Alex Pereira: Tanpa Keberanian Ambil Risiko, Saya Tidak Akan Sampai di Posisi Sekarang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya. Bagi petarung MMA dunia, Alex Pereira, kekalahan justru menjadi momentum untuk menegaskan filosofi hidup yang selama ini membawanya dari kemiskinan di Brasil hingga menjadi salah satu bintang terbesar di dunia olahraga tarung.
Usai kalah TKO dari Ciryl Gane pada laga perebutan gelar interim kelas berat UFC Freedom 250 di Washington, D.C., Minggu (14/06/2026) waktu setempat, Pereira menyampaikan pesan yang langsung menjadi perbincangan luas di kalangan penggemar olahraga tarung.
Dalam wawancara pascalaga bersama komentator UFC, Joe Rogan, Pereira berkata, “This is the risk. If I hadn’t taken the risk every time I fought, I wouldn’t be who I am today.” Artinya, “Inilah risiko. Jika saya tidak mengambil risiko setiap kali bertarung, saya tidak akan menjadi seperti sekarang.”
Baca Juga
Jalani Program Pemulihan, Anthony Joshua Naik Ring Tinju Lagi Juli 2026
Pernyataan itu bukan sekadar refleksi sesaat setelah kekalahan. Kalimat tersebut mencerminkan filosofi hidup yang telah membentuk perjalanan karier Pereira selama bertahun-tahun. Ia memahami bahwa setiap lompatan besar dalam hidup selalu disertai ketidakpastian. Namun tanpa keberanian menghadapi ketidakpastian itu, seseorang tidak akan pernah mencapai puncak.
Dalam pertarungan tersebut, Pereira mengambil keputusan yang sangat berani. Ia melepaskan gelar juara kelas berat ringan (light heavyweight) dan naik ke kelas berat untuk menantang gelar interim UFC. Jika berhasil mengalahkan Gane, Pereira akan mencatat sejarah sebagai petarung pertama yang meraih gelar juara UFC di tiga divisi berbeda. Namun perjudian besar itu tidak berakhir sesuai harapan. Gane tampil dominan dan menghentikan Pereira melalui TKO pada ronde kedua.
Meski gagal mencetak sejarah, banyak pengamat MMA menilai langkah Pereira justru memperlihatkan mentalitas seorang juara sejati. Ia lebih memilih mengambil peluang besar dengan risiko tinggi daripada bertahan di zona nyaman. Setelah pertandingan, Pereira mengatakan akan berdiskusi dengan timnya untuk menentukan apakah akan tetap bertarung di kelas berat atau kembali ke kelas berat ringan.
Filosofi yang disampaikan Pereira sejalan dengan pandangan banyak tokoh sukses dunia. Pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, berkali-kali menegaskan bahwa inovasi lahir dari keberanian mengambil risiko. Investor legendaris Warren Buffett juga pernah mengatakan bahwa peluang besar sering muncul ketika seseorang berani mengambil keputusan yang tidak populer. Dalam dunia olahraga, legenda basket Michael Jordan bahkan menyatakan bahwa kegagalan berulang kali justru menjadi alasan utama di balik kesuksesannya.
Secara psikologis, para ahli menyebut keberanian mengambil risiko sebagai salah satu karakter utama yang membedakan individu berprestasi tinggi dengan mereka yang terjebak dalam stagnasi. Orang yang selalu menghindari risiko cenderung kehilangan kesempatan berkembang. Sebaliknya, mereka yang berani menghadapi kemungkinan gagal memiliki peluang lebih besar untuk menemukan terobosan baru, baik dalam karier, bisnis, maupun kehidupan pribadi.
Kisah hidup Pereira sendiri menjadi bukti nyata. Sebelum menjadi juara dunia kickboxing dan UFC, ia tumbuh dalam lingkungan miskin di Brasil dan pernah bekerja di pabrik ban. Perjalanan menuju puncak tidak dibangun oleh kenyamanan, melainkan oleh keberanian mengambil keputusan-keputusan besar yang penuh risiko. Setiap kali naik level, ia mempertaruhkan reputasi, gelar, dan masa depannya. Namun justru dari keberanian itulah lahir prestasi-prestasi yang mengubah hidupnya.
Pesan Pereira menjadi relevan bukan hanya bagi atlet, tetapi juga bagi para pelaku usaha, investor, profesional muda, hingga pemimpin organisasi. Dalam dunia yang berubah cepat, keberhasilan sering kali tidak datang kepada mereka yang sekadar menjaga posisi aman, melainkan kepada mereka yang berani mengambil langkah yang diperhitungkan. Risiko memang dapat menghadirkan kegagalan. Namun menghindari risiko hampir selalu berarti kehilangan kesempatan.
Karena itu, kalimat Pereira layak menjadi pengingat bagi siapa pun yang ingin mencapai sesuatu yang besar: tanpa keberanian mengambil risiko, seseorang mungkin dapat menghindari kegagalan, tetapi juga berisiko kehilangan kesempatan untuk meraih kesuksesan yang luar biasa.
Baca Juga
Catat! Legenda Tinju Filipina Manny Pacquiao Bakal Naik Ring Lagi
Sumber: MMA Fighting, wawancara pascalaga UFC Freedom 250, Washington D.C., 14 Juni 2026; berbagai laporan UFC dan media olahraga internasional yang terbit 14–15 Juni 2026
