Pesta 7 Gol ke Gawang Curacao, Jerman Tim Paling Subur dalam Sejarah Piala Dunia
Poin Penting
|
HOUSTON, investortrust.id – Sejumlah fakta menarik tercipta setelah Jerman mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 7-1 atas Curacao di NRG Stadium, Houston, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Der Panzer jadi tim paling tajam dalam sejarah turnamen.
Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Jerman sempat dikejutkan oleh perlawanan sengit Curacao, tim debutan yang tampil tanpa rasa takut. Bahkan, wakil Karibia itu berhasil mencetak gol pertama mereka sepanjang sejarah Piala Dunia dan sempat membuat skor kembali imbang.
Meski mendominasi sejak awal pertandingan, Jerman beberapa kali frustrasi karena rapatnya pertahanan lawan. Sejumlah peluang mereka mampu diblok di dalam kotak penalti sehingga keunggulan cepat yang diharapkan tak kunjung datang.
Baca Juga
Salut! Suporter Jepang Bersihkan Stadion Setelah Imbang Lawan Belanda
“Banyak tembakan kami diblok oleh banyak pemain di kotak penalti. Jika sedikit lebih beruntung, kami bisa saja unggul 2-0 atau bahkan 3-0 lebih cepat. Secara keseluruhan kami bermain sangat baik,” ujar Julian Nagelsmann, dilansir ESPN.
Alih-alih memperbesar keunggulan, Jerman justru dikejutkan serangan balik Curacao. Pada menit ke-21, Livano Comenencia mencetak gol bersejarah yang menjadi gol perdana negaranya di ajang Piala Dunia. “Curacao menyamakan kedudukan lewat tembakan pertama mereka ke gawang kami. Saat itu menarik untuk melihat bagaimana kami merespons situasi tersebut,” kata Nagelsmann.
Respons Jerman ternyata sangat meyakinkan. Setelah sempat kehilangan ritme, Der Panzer kembali mengendalikan permainan. Nico Schlotterbeck membawa Jerman unggul lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok Nathaniel Brown, sebelum Kai Havertz mencetak gol dari titik penalti untuk menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1.
Memasuki babak kedua, dominasi Jerman semakin tak terbendung. Jamal Musiala hanya membutuhkan dua menit setelah jeda untuk menambah keunggulan, sementara lini serang Der Panzer terus membombardir pertahanan Curacao hingga skor akhir menjadi 7-1.
Nagelsmann mengaku puas dengan mentalitas para pemainnya, terutama setelah pengalaman pahit di Piala Dunia 2018 dan 2022, ketika Jerman dua kali beruntun tersingkir pada fase grup.
“Kami bangkit dengan sangat baik. Lawan bermain lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang di Jerman. Saya ingin memuji Dick Advocaat dan stafnya karena mempersiapkan tim dengan sangat baik,” ujarnya Nagelsmann.
Pelatih berusia 38 tahun itu mengungkapkan Curacao sempat menyulitkan timnya karena menggunakan formasi berlian 4-4-2 yang kini jarang dipakai dalam sepak bola modern. Menurutnya, jeda minum di tengah pertandingan justru membantu Jerman melakukan penyesuaian taktik.
“Curacao bermain dengan formasi berlian dan kami melakukan penyesuaian sebelum jeda minum. Formasi seperti itu sangat jarang ditemui saat ini, jadi kami membutuhkan waktu untuk beradaptasi,” jelas Nagelsmann.
“Pada babak kedua kami mengendalikan pertandingan dengan sangat baik. Kami bertahan hampir sempurna, menciptakan banyak peluang, dan mencetak gol dari berbagai situasi. Secara keseluruhan saya sangat puas,” lanjut Nagelsmann.
Kemenangan telak ini juga diwarnai sejumlah fakta menarik. Tambahan tujuh gol membuat Jerman menjadi tim paling subur dalam sejarah Piala Dunia dengan 239 gol. Der Panzer mengungguli Brasil (238 gol), Argentina (152), Prancis (136), dan Italia (128).
Baca Juga
Gagal Kalahkan Jepang, Belanda Diminta Tingkatkan Level di Piala Dunia 2026
