Kisah Nestory Irankunda, Pengungsi Burundi Jadi Pahlawan Australia di Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
VANCOUVER, investortrust.id – Nestory Irankunda mencuri perhatian setelah mencetak sejarah bersama Australia di Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 20 tahun itu menjadi pencetak gol termuda Socceroos di Piala Dunia saat membawa timnya menang 2-0 atas Turkiye di Vancouver.
Australia mengawali kampanye Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Turkiye 2-0 di BC Place, Vancouver, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. Salah satunya pencetak gol wakil Asia itu adalah Irankunda.
Gol yang dicetak Irankunda pada menit ke-27 bukan sekadar membuka jalan kemenangan Australia, melainkan juga menambah babak baru dari perjalanan hidup luar biasanya. Dari seorang anak pengungsi hingga menjadi bintang Piala Dunia, kisah Irankunda menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Baca Juga
Cetak Sejarah Poin Piala Dunia Perdana, Mentalitas Qatar Tuai Pujian
"Itu luar biasa dan seperti mimpi yang menjadi kenyataan," ujar Irankunda seusai pertandingan, dilansir ESPN.
Lahir pada 2006 di kamp pengungsi Tanzania dari orang tua asal Burundi, Irankunda tumbuh dalam situasi yang tidak mudah. Kedua orang tuanya melarikan diri dari perang saudara di negara asal mereka, Burundi, sebelum akhirnya menetap di Australia ketika Irankunda masih kecil.
Di Australia, sepak bola menjadi jalan hidupnya. Bakatnya berkembang pesat bersama akademi Adelaide United hingga akhirnya menembus tim utama A-League. Penampilannya yang impresif menghasilkan 16 gol dan delapan assist sebelum menarik perhatian raksasa Jerman, Bayern Muenchen, yang merekrutnya pada 2024.
Meski tidak sempat tampil untuk tim utama Bayern, Irankunda mendapat kesempatan berlatih bersama pemain-pemain kelas dunia, termasuk striker Inggris, Harry Kane. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam perkembangan kariernya.
Namun, minimnya menit bermain di Jerman membuat Irankunda mengambil keputusan besar. Demi menjaga mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 bersama Australia, dia memilih meninggalkan Bayern dan bergabung dengan klub Inggris, Watford.
"Itu keputusan yang sulit, tetapi tujuan terbesar saya adalah bermain di Piala Dunia. Piala Dunia 2026 sudah dekat dan saya harus mendapatkan menit bermain. Saya tidak mendapatkannya. Selain itu, bermain di Inggris selalu menjadi impian saya," kata Irankunda kepada Sky Sports tahun lalu.
Keputusan itu terbukti tepat. Bersama Watford, Irankunda tampil dalam 42 pertandingan dengan catatan empat gol dan lima assist. Performanya cukup meyakinkan pelatih Australia untuk memasukkannya ke dalam skuad Piala Dunia.
Rekan setimnya, Mohamed Toure, bahkan menjuluki Irankunda sebagai "Houdini" karena kemampuan magisnya di lapangan. Menurut Toure, Irankunda memiliki potensi memberikan dampak bagi Australia seperti yang dilakukan Jude Bellingham untuk Inggris.
"Saya sudah melihat banyak pemain hebat, tetapi terkadang ada talenta yang benar-benar spesial dan dia salah satunya. Jika terus bekerja keras dan tetap rendah hati, dia bisa melampaui semua ekspektasi," ujar Toure.
Gol ke gawang Turkiye juga mencatatkan sejarah lain. Irankunda menjadi pemain pertama kelahiran luar Australia yang mencetak gol bagi Socceroos di Piala Dunia.
Selebrasi golnya pun tak kalah menarik. Jika sebelumnya ia pernah meniru gaya Michael Jackson, kali ini Irankunda memilih meniru legenda Australia Tim Cahill dengan memukul bendera sudut lapangan.
"Tim Cahill adalah inspirasi terbesar saya dalam sepak bola. Selain dia, tentu saja Lionel Messi. Menurut saya, Tim Cahill adalah pemain terbaik Australia sepanjang masa. Saya sudah berpikir, jika mencetak gol, saya akan melakukan selebrasi seperti dia, dan akhirnya saya bisa melakukannya," ungkap Irankunda.
Kini, dari kamp pengungsi di Tanzania hingga panggung terbesar sepak bola dunia, Nestory Irankunda telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih siapa saja. Dan, di usia yang masih sangat muda, kisahnya tampaknya baru saja dimulai.
Baca Juga
Diimbangi Maroko di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Brasil Dapat Pelajaran Berharga
