Unik! Rekor Pelatih Tertua di Piala Dunia Akan Berganti 3 Kali dalam Hitungan Hari
Poin Penting
|
MEXICO CITY, investortrust.id – Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi para pemain muda berbakat, melainkan juga ajang yang mencatat sejarah baru di pinggir lapangan. Untuk pertama kalinya, rekor pelatih tertua yang pernah memimpin tim di putaran final Piala Dunia dipastikan berganti tangan hingga tiga kali selama turnamen berlangsung.
Selama 16 tahun terakhir, rekor tersebut masih dipegang oleh Otto Rehhagel yang berusia 71 tahun saat memimpin Yunani pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Namun, Piala Dunia 2026 menghadirkan deretan pelatih senior yang siap menghapus catatan bersejarah tersebut. Nama pertama yang mencuri perhatian adalah Dick Advocaat. Kakek asal Belanda berusia 78 tahun itu sukses mengantar Curacao lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pencapaian itu sekaligus menjadikan Curacao sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Baca Juga
Lionel Messi Bakal Tampil di Laga Uji Coba Terakhir Argentina Jelang Piala Dunia 2026
Advocaat sempat mundur dari jabatannya pada Februari lalu karena alasan keluarga, tepat ketika putrinya mengalami masalah kesehatan. Keputusan tersebut membuat banyak pihak mengira rekor pelatih tertua akan jatuh ke tangan sosok lain. Tapi, setelah kondisi putrinya membaik, dia kembali memimpin Curacao hanya beberapa pekan sebelum turnamen.
Menariknya, sebelum Advocaat resmi mencatatkan rekor tersebut saat Curacao menghadapi Jerman pada 14 Juni, dua pelatih lain lebih dulu akan menjadi pemegang rekor tertua meski hanya dalam waktu singkat.
Pelatih pertama adalah Hugo Broos yang kini menangani Afrika Selatan. Pria berusia 74 tahun itu akan memecahkan rekor Rehhagel saat memimpin Afrika Selatan menghadapi Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia 2026.
Uniknya, rekor Broos diperkirakan hanya bertahan beberapa jam. Sebab, pelatih Republik Ceko, Miroslav Koubek, yang juga berusia 74 tahun, tapi lebih tua beberapa bulan, akan mengambil alih status tersebut saat timnya menghadapi Korea Selatan.
Koubek menjadi sosok kejutan dalam daftar ini. Kariernya di level tim nasional baru dimulai pada akhir 2025 ketika ditunjuk untuk menyelamatkan kampanye kualifikasi Republik Ceko. Keputusan itu terbukti tepat setelah ia membawa timnya lolos ke Piala Dunia melalui jalur play-off.
Meski sempat diprediksi menjadi pemegang rekor pelatih tertua di Piala Dunia, Koubek tampak santai menanggapi status tersebut. Baginya, pencapaian terbesar bukanlah memecahkan rekor usia, melainkan membawa negaranya kembali bersaing di panggung sepak bola dunia.
Namun, pada akhirnya, rekor itu hampir pasti akan menjadi milik Advocaat. Jika Curacao tampil sesuai jadwal melawan Jerman pada 14 Juni, pelatih berusia 78 tahun tersebut akan resmi menjadi pelatih tertua sepanjang sejarah Piala Dunia, melampaui catatan yang bertahan sejak 2010.
Kisah para pelatih veteran ini menjadi bukti bahwa pengalaman tetap memiliki tempat istimewa di sepak bola modern. Di tengah dominasi pelatih muda dan pendekatan berbasis data, Piala Dunia 2026 justru menghadirkan panggung bagi para arsitek senior yang masih mampu bersaing di level tertinggi.
Baca Juga
Duh! Tiba di Amerika Serikat, Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk

