Duh! Tiba di Amerika Serikat, Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk
Poin Penting
|
MIAMI, investortrust.id – Kontroversi mewarnai persiapan Piala Dunia 2026 setelah wasit asal Somalia, Omar Artan, gagal memasuki Amerika Serikat meski telah ditunjuk FIFA sebagai salah satu pengadil resmi turnamen. Keputusan otoritas imigrasi AS tersebut membuat Omar Artan dipastikan absen dari ajang sepak bola terbesar di dunia.
Omar Artan tiba di Bandara Internasional Miami pada Sabtu (7/6/2026) setelah terbang dari Istanbul, Turkiye. Tapi, setelah menjalani pemeriksaan tambahan oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP), dia dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk masuk ke negara tersebut.
Dalam pernyataan resminya, CBP menjelaskan bahwa setiap pelancong yang masuk ke Amerika Serikat, termasuk atlet, pelatih, dan ofisial olahraga, wajib melalui proses pemeriksaan dan verifikasi keamanan.
Baca Juga
Kondisi Semakin Membaik, Neymar Siap untuk Laga Perdana Brasil di Piala Dunia 2026
Setelah proses tersebut dilakukan, petugas memutuskan menolak izin masuk Artan dengan alasan terkait hasil pemeriksaan kelayakan dan keamanan. Tapi, pihak CBP tidak mengungkapkan secara rinci alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
Belakangan, FIFA mengonfirmasi bahwa sosok yang ditolak masuk itu memang Omar Artan, satu-satunya wasit asal Somalia yang terpilih untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
FIFA menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam proses imigrasi negara tuan rumah. Organisasi sepak bola dunia itu menyebut keputusan pemberian visa dan izin masuk sepenuhnya berada di tangan pemerintah masing-masing negara.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi maupun penentuan visa. Pemerintah tuan rumah memiliki kewenangan penuh menentukan siapa yang dapat memasuki wilayah negaranya," tulis FIFA dalam pernyataannya, dilansir ESPN.
Meski gagal bertugas di Piala Dunia, Omar Artan memilih merespons situasi tersebut dengan tenang. Wasit berusia 34 tahun itu mengaku kecewa, tapi tetap bertekad melanjutkan kariernya di dunia perwasitan.
"Saya tetap berpikir positif dan fokus menghadapi tantangan berikutnya dalam karier saya sebagai wasit. Terima kasih kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika atas dukungan yang diberikan. Saya juga berterima kasih kepada keluarga besar sepak bola atas semua pesan yang saya terima," ujar Omar Artan.
Kasus ini kembali menyoroti kebijakan imigrasi Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026 yang digelar bersama Kanada dan Meksiko. Pemerintahan Presiden Donald Trump masih menerapkan pemeriksaan ketat terhadap sejumlah negara yang dianggap berisiko tinggi, termasuk Somalia yang masuk dalam daftar pembatasan imigrasi AS.
Gedung Putih sebelumnya menegaskan bahwa pengunjung yang memenuhi syarat hukum dan memiliki dokumen lengkap tetap akan diterima untuk menghadiri Piala Dunia. Pemerintah AS juga menyatakan komitmennya untuk menyambut para peserta dan suporter sembari menjaga standar keamanan nasional selama turnamen berlangsung.
Absennya Omar Artan menjadi salah satu kasus paling menonjol menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 dan menambah sorotan terhadap tantangan logistik serta kebijakan imigrasi yang menyertai penyelenggaraan turnamen global tersebut.
Baca Juga
Catat! Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Lawan Mozambik

