Akhirnya Naik Podium MotoGP 2026, Francesco Bagnaia Menuju Kebangkitan
Poin Penting
|
MUGELLO, investortrust.id – Pembalap Ducati Francesco Bagnaia mengaku semakin percaya diri menatap masa depan setelah mendapatkan podium MotoGP perdana musim ini.
Bagnaia akhirnya kembali merasakan podium MotoGP setelah finish ketiga pada MotoGP Italia 2026 di Mugello, Minggu (1/6/2026) malam WIB. Hasil tersebut menjadi podium pertamanya musim ini sekaligus yang pertama sejak balapan di Motegi pada MotoGP 2025.
Bagnaia harus bekerja keras mempertahankan posisi tiga besar hingga tikungan terakhir. Bahkan, podium Bagnaia nyaris direbut pebalap Trackhouse Racing, Ai Ogura, yang terus memberikan tekanan pada lap-lap penutup.
Baca Juga
Catat Kemenangan Bersejarah di MotoGP Italia, Marco Bezzecchi Beberkan Rahasianya
Bagnaia sebenarnya sempat berada di posisi terdepan sejak lap ketiga. Tapi, dominasi tersebut tidak bertahan lama setelah dua pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, berhasil melewatinya di pertengahan balapan.
Kesulitan menjaga performa ban belakang menjadi salah satu faktor yang membuat juara dunia dua kali tersebut kehilangan kendali atas jalannya lomba. “Saya berusaha agar grip ban belakang tidak turun terlalu banyak. Tetapi setelah setengah balapan, saya mulai mengalami kesulitan,” ujar Bagnaia, di situs resmi MotoGP.
“Saya tahu Bez sangat dekat. Jadi saya berkata kepada diri sendiri, dia pasti akan menyerang. Tetapi saya harus tetap tenang, karena kalau tidak, saya bahkan bisa kehilangan podium,” lanjut Bagnaia.
Drama sesungguhnya terjadi pada lap terakhir. Saat memasuki putaran penutup, Bagnaia hanya memiliki keunggulan sekitar 1,4 detik atas Ogura. Pebalap Jepang itu terus memangkas jarak dan bahkan mencoba menyalip di tikungan terakhir.
Bagnaia mengaku sudah memperkirakan ancaman tersebut jauh sebelumnya. “Saat memulai lap terakhir dengan keunggulan 1,4 detik atas Ogura, saya langsung berpikir dia akan datang. Biasanya dia sangat kuat pada lap-lap terakhir,” kata pembalap Italia.
“Saya mulai mendengar suara motornya di Tikungan 12. Jadi saya memutuskan mengerem sekeras mungkin di tikungan terakhir agar dia tidak memiliki ruang. Kalau dia mencoba menyalip, saya berharap dia akan melebar,” lanjut Bagnaia.
Strategi itu terbukti berhasil. Meski Ogura sempat menyodok dari sisi dalam, Bagnaia mampu mempertahankan posisinya hingga garis finis. Tapi, dia mengakui manuver tersebut sangat berisiko. “Strateginya berhasil, tetapi benar-benar di batas. Kehilangan podium di tikungan terakhir tentu akan menjadi bencana. Jadi saya mencoba segalanya,” ujarnya.
Setelah berhasil keluar dari tikungan terakhir, Bagnaia masih harus memastikan Ogura tidak memanfaatkan slipstream di lintasan lurus menuju finis. Beruntung, performa mesin Ducati membantunya mengamankan posisi ketiga.
“Hari ini motor saya seperti roket, jadi cukup sulit untuk disalip lagi. Memang di tikungan terakhir roda belakang sempat spin cukup banyak, sehingga saya hanya berharap bisa mendapatkan akselerasi terbaik saat keluar tikungan,” ungkap Bagnaia.
“Saya juga memiringkan motor lebih dalam untuk mencegah wheelie. Itu cukup untuk membawa saya finish di podium. Tentu saya juga harus berterima kasih kepada mesin Ducati yang sangat kuat,” ungkap Bagnaia.
Menariknya, Bagnaia sempat mengira balapan masih menyisakan satu lap lagi. Informasi yang muncul di dashboard motornya membuatnya kebingungan saat melihat bendera finish dikibarkan.
“Saya sedikit bingung karena motor saya menunjukkan masih ada dua lap tersisa. Ketika melihat bendera finish, saya langsung berkata, terima kasih banyak. Karena rasanya mustahil bisa tetap bertahan di depan satu lap lagi,” kata Bagnaia sambil tertawa.
Meski berhasil menjadi pebalap Ducati terbaik di Mugello, Bagnaia mengakui timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Dia merasa Ducati saat ini masih kalah dalam urusan grip ban belakang dibanding rival-rivalnya, termasuk beberapa motor Ducati lainnya.
“Sudah sangat jelas bahwa kami sedang mengalami kesulitan. Kami kehilangan grip belakang, bahkan dibanding Ducati lainnya. Karena itu, kami mencoba pendekatan yang berbeda,” jelas Bagnaia.
Menurutnya, perubahan karakter motor dalam dua musim terakhir membuat dirinya harus beradaptasi. Kini, tim berupaya mengembalikan keseimbangan motor ke karakter yang lebih sesuai dengan gaya balapnya.
“Dalam dua musim terakhir, keseimbangan motor berubah cukup banyak. Kami mencoba mengembalikannya ke posisi yang saya sukai. Hasilnya mulai terlihat,” ujar Bagnaia.
“Kami terus melangkah sedikit demi sedikit. Pelan-pelan, tetapi kami sedang menuju ke arah yang benar. Saya yakin pada akhirnya kami bisa kembali bertarung dengan para pebalap yang saat ini sedikit lebih cepat,” tambah Bagnaia.
Baca Juga
Sukses Operasi, Alex Marquez Bakal Absen di MotoGP Italia dan Hungaria
