Kematian Akibat Kanker di Jakarta Naik 33% pada 2025
JAKARTA, investortrust.id - MRCCC Siloam Hospitals Semanggi kembali menggelar The 6th Siloam Oncology Summit 2026 pada 22–24 Mei 2026 di Jakarta sebagai upaya memperkuat layanan kanker berstandar global sekaligus memperluas kolaborasi internasional di bidang onkologi.
Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai negara dan menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah institusi dunia, termasuk The University of Texas MD Anderson Cancer Center.
Chief Executive Officer Siloam International Hospitals Caroline Riady mengatakan, penguatan layanan kanker tidak hanya bergantung pada teknologi dan fasilitas kesehatan, tetapi juga kesiapan tenaga medis melalui pembelajaran berkelanjutan dan kolaborasi lintas disiplin.
“Melalui Siloam Oncology Summit 2026, kami ingin mendorong standar penanganan kanker yang lebih maju agar pasien di Indonesia dan Asia Tenggara dapat memperoleh layanan kanker berstandar internasional,” ujar Caroline dalam keterangannya, dikutip Senin (25/5/2026).
Baca Juga
Prudential Rilis Produk Asuransi Kanker Payudara, Tawarkan Uang Pertanggungan hingga 140%
Executive Director MRCCC Siloam Semanggi Edy Gunawan menambahkan perkembangan ilmu onkologi, termasuk precision oncology, menuntut kesiapan tenaga kesehatan dalam memahami terapi yang semakin personal dan berbasis biomarker.
Menurutnya, terapi kanker modern kini tidak hanya berfokus pada peningkatan angka harapan hidup pasien, tetapi juga kualitas hidup melalui pendekatan yang lebih personal dengan efek samping minimal.
Caroline menjelaskan tema “United by Unique” dipilih karena setiap pasien kanker memiliki kondisi, karakteristik tumor, serta perjalanan pengobatan yang berbeda. “Masa depan onkologi bergerak ke arah yang lebih presisi, personal, dan multidisipliner. Namun kemajuan onkologi tidak bisa dicapai sendiri-sendiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ratna Sari mengungkapkan Jakarta masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan kanker.
Pada 2025, kunjungan pasien kanker rawat jalan di Jakarta mencapai 625.022 kunjungan dan menempati urutan keenam tertinggi. Sedangkan kunjungan rawat inap mencapai 109.749 kasus atau urutan keempat tertinggi. Angka kematian akibat kanker juga meningkat 33% dari 5.729 kasus pada 2024 menjadi 7.675 kasus pada 2025.
Dalam forum tersebut, Profesor dari MD Anderson Cancer Center Banu Arun memaparkan perkembangan terapi kanker payudara stadium lanjut berbasis precision medicine dan pendekatan multidisiplin yang dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup serta angka kesintasan pasien.
Baca Juga
Kedokteran Nuklir dan PET-CT Scan, Kunci Radioterapi Kanker Lebih Tepat Sasaran
Ia menjelaskan terapi kanker payudara berkembang pesat sejak ditemukannya terapi target trastuzumab pada 1990-an untuk pasien HER2 positif hingga kini berkembang ke berbagai terapi berbasis biomarker genomik.
Menurutnya, pendekatan multidisiplin menjadi faktor penting dalam penanganan kanker modern karena melibatkan kolaborasi berbagai dokter spesialis dan tenaga medis untuk memberikan terapi yang komprehensif dan berpusat pada pasien.
“Hasilnya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup pasien, tetapi juga meningkatkan angka kesintasan hingga 20% dibandingkan data nasional,” ujarnya.

