Bagikan

Pakar Kesehatan Olahraga Ingatkan FIFA Bahaya Cuaca Panas di Piala Dunia 2026

Poin Penting

FIFA mendapat peringatan dari 20 ilmuwan dan pakar kesehatan olahraga dunia terkait risiko cuaca panas ekstrem pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Para ahli menilai aturan FIFA saat ini belum cukup aman karena banyak pertandingan berpotensi dimainkan dalam suhu berbahaya dengan tingkat heat stress tinggi bagi pemain.
Ilmuwan mendesak FIFA memperpanjang cooling break, menunda pertandingan saat suhu ekstrem, serta mengikuti standar keselamatan dari FIFPRO demi melindungi kesehatan pemain dan penonton.

NEW YORK, investortrust.id – Sejumlah ilmuwan dan pakar kesehatan olahraga dunia memperingatkan FIFA bahwa protokol keselamatan cuaca panas untuk Piala Dunia 2026 dinilai belum memadai dan berpotensi membahayakan keselamatan pemain. Mereka mendesak FIFA segera memperbarui aturan sebelum turnamen.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni-Juli 2026. Total, 48 negara ambil bagian dalam turnamen yang akan digelar dalam musim panas.

Selain musim panas, jadwal pertandingan yang telah dikeluarkan FIFA menunjukkan para pemain akan tampil siang hari, bukan sore atau malam, seperti yang selama ini berlaku. Alasannya, menyesuaikan prime time di Eropa mengingat adanya perbedaan waktu.

Baca Juga

Begini Kata Arne Slot Soal Masa Depan Alisson Becker di Liverpool

Para penonton Piala Dunia Antarklub 2025 berteduh di sekitaran MetLife Stadium, East Rutherford, jelang pertandingan karena cuaca panas, yang kemungkinan terulang di Piala Dunia 2026. (Twitter @HenryBushnell)
Source: Twitter @HenryBushnell

Namun, keputusan FIFA mendapatkan keluhan dari sejumlah pakar kesehatan olahraga. Peringatan disampaikan melalui surat terbuka yang ditandatangani 20 ahli internasional di bidang kesehatan, perubahan iklim, dan performa olahraga dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, hingga Eropa.

Mereka menilai pedoman FIFA saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru mengenai risiko suhu ekstrem terhadap tubuh atlet.

Menurut para ilmuwan, kondisi panas ekstrem diprediksi menjadi salah satu tantangan terbesar pada Piala Dunia 2026. Dari 16 stadion yang akan digunakan, 14 di antaranya disebut berpotensi mengalami suhu berbahaya selama pertandingan berlangsung.

Wilayah selatan Amerika Serikat dan utara Meksiko diperkirakan mencatat suhu harian rata-rata di kisaran 30 hingga 35 derajat Celsius. Dalam kondisi tertentu, suhu bahkan bisa mendekati 40 derajat Celsius.

Yang menjadi perhatian utama bukan hanya suhu udara, melainkan juga kombinasi kelembapan, intensitas sinar matahari, dan kecepatan angin. Faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko heat stress atau tekanan panas ekstrem pada tubuh pemain.

Dalam dunia olahraga profesional, kondisi panas biasanya diukur menggunakan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), yakni indikator yang menghitung gabungan suhu dan kelembapan udara untuk menentukan tingkat bahaya bagi tubuh manusia. Ambang WBGT sekitar 28 derajat Celsius sudah dianggap berisiko tinggi bagi atlet elite.

Saat ini, FIFA mewajibkan jeda pendinginan selama tiga menit pada setiap babak pertandingan sebagai bagian dari perlindungan pemain. Selain itu, bangku cadangan di stadion luar ruangan juga akan dilengkapi sistem pendingin udara.

Gianni Infantino (FIFA)
Source: FIFA

Namun, para ahli menilai langkah tersebut masih jauh dari cukup. Mereka meminta FIFA menerapkan aturan lebih ketat, termasuk menunda atau menangguhkan pertandingan jika WBGT melewati 28 derajat Celsius. Lalu, menambah durasi cooling break menjadi minimal enam menit. Ada lagi, menyediakan fasilitas pendinginan yang lebih baik bagi pemain. Terakhir, memperbarui protokol kesehatan sesuai perkembangan sains terbaru.

Para ilmuwan juga mendesak FIFA mengadopsi standar keselamatan yang diusulkan serikat pemain dunia, FIFPRO. “Keselamatan pemain adalah masalah mendesak karena situasi bisa memburuk dengan sangat cepat ketika tubuh mengalami panas berlebih. Kami khawatir FIFA terlalu gegabah terhadap kesehatan dan keselamatan pemain,” ujar Direktur New Weather Institute, Andrew Simms, dilansir BBC Sport.

Hal serupa disampaikan Profesor Douglas Casa dari University of Connecticut. Dia menilai durasi jeda pendinginan tiga menit tidak cukup untuk membantu tubuh atlet menurunkan suhu inti secara efektif. “Jeda hidrasi di setiap babak mutlak harus lebih lama dari tiga menit. Idealnya minimal lima hingga enam menit,” tegas Casa.

Selain ancaman panas ekstrem, Piala Dunia 2026 juga diperkirakan menghadapi tantangan cuaca lain seperti badai petir dan kualitas udara buruk akibat kebakaran hutan yang kerap terjadi pada musim panas di Amerika Utara.

Analisis terbaru dari World Weather Attribution (WWA) menunjukkan risiko cuaca ekstrem pada Piala Dunia 2026 meningkat hampir dua kali lipat dibanding Piala Dunia 1994 yang juga berlangsung di Amerika Serikat. Perubahan iklim disebut menjadi penyebab utama meningkatnya ancaman tersebut.

Penelitian itu memperkirakan sekitar seperempat pertandingan Piala Dunia 2026 akan dimainkan dalam kondisi WBGT di atas 26 derajat Celsius. Bahkan, lima pertandingan diprediksi melampaui 28 derajat Celsius, level yang dianggap tidak aman untuk dimainkan menurut standar FIFPRO.

FIFA sendiri menegaskan pihaknya tetap berkomitmen melindungi pemain, ofisial, relawan, dan penonton. Organisasi sepak bola dunia itu juga memastikan berbagai langkah mitigasi sudah disiapkan, termasuk area teduh tambahan, sistem kabut air, distribusi air minum, hingga bus pendingin untuk penonton di stadion.

Baca Juga

Nasib Manchester City Ditentukan Arsenal, Pep Guardiola Tak Mau Menyerah

Para pemain PSG menutupi kepalanya dengan handuk di tengah cuaca panas pertandingan Piala Dunia Antarklub 2025, yang kemungkinan terulang di Piala Dunia 2026. (www.fifa.com)
Source: www.fifa.com
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024