Bagikan

Ramai Isu Hantavirus, Bikin Kesadaran Masyarakat Punya Asuransi Kesehatan Makin Tinggi

Poin Penting

Isu penyebaran Hantavirus dan memori pandemi Covid-19 memicu peningkatan signifikan pada kesadaran masyarakat akan asuransi kesehatan.
Prudential Syariah mencatatkan pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 31% pada 2025, melampaui pertumbuhan pasar industri sebesar 13%.
Tingginya inflasi medis menjadi tantangan utama yang mendorong perlunya inovasi produk serta dukungan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

JAKARTA, investortrust.id - Meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penyebaran hantavirus kian mendorong naiknya kesadaran masyarakat untuk memiliki produk asuransi kesehatan. Terlebih saat ini inflasi medis terus meningkat yang membuat biaya kesehatan turut melambung.

Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan terutama oleh hewan pengerat (seperti tikus) kepada manusia. Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius yang menyerang sistem pernapasan atau ginjal. Hantavirus telah menyebar secara global, namun jenis virus dan penyakit yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung wilayah geografis dan spesies hewan pengerat (vektor) yang mendiaminya.

Presiden Direktur PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), Iskandar Ezzahuddin mengungkapkan, naiknya kebutuhan perlindungan kesehatan di masyarakat sudah mulai terlihat sejak pandemi Covid-19 merebak pada 2020.

Baca Juga

Pendapatan Kontribusi Naik 9% Jadi Rp 4,2 Triliun pada 2025, Prudential Syariah Beberkan Pendorongnya

”Kalau kita lihat tahun 2020 saat muncul Covid, sejak saat itu kesadaran tentang pentingnya memiliki asuransi kesehatan meningkat sangat tinggi. Itu menjadi salah satu pendorong pertumbuhan perusahaan kami,” ujar Iskandar dalam Konferensi Pers Full Year Performance 2025 Prudential Syariah, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Iskandar, premi bisnis baru Prudential Syariah tumbuh 31% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 1 triliun pada 2025. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan, terlebih di tengah stuasi yang semakin menantang.

“Bisnis baru kami tumbuh 31%, semenara pasar secara keseluruhan hanya tumbuh 13%. Sebagian besar pertumbuhan itu terjadi karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan kesehatan akibat Covid. Juga karena adanya ketidakpastian terkait kondisi kesehatan,” kata dia.

Iskandar Ezzahuddin menjelaskan, rasa khawatir masyarakat terhadap berbagai macam penyakit menular yang muncul saat ini membuat kebutuhan terhadap perlindungan kesehatan juga semakin meningkat.

“Kita bicara tentang Covid, kita bicara tentang hantavirus, dan sekarang masyarakat merasa berbagai hal menjadi sedikit lebih mengkhawatirkan. Jadi, ada kebutuhan untuk memiliki perlindungan tertentu,” ucap dia.

Baca Juga

Tawarkan 3 Keunggulan Ini, Prudential Syariah Rilis Produk Tradisional Baru

Di tengah kondisi yang semakin dinamis, kata Iskandar, Prudential Syariah terus berupaya memperkuat bisnis dengan inovasi melalui pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Meski begitu, ia tak memungkiri adanya sejumlah tantangan. “Salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi di industri ini adalah meningkatnya permintaan terhadap layanan kesehatan, inflasi medis juga meningkat secara signifikan,” tutur dia.

Karena itu, Iskandar mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan perubahan arah pengembangan produk kesehatan untuk memperkuat industri asuransi di dalam negeri.

“Pengelolaan inflasi medis akan menjadi kunci agar industri ini tetap berkelanjutan. Karena itu, kami sangat mendukung langkah OJK dalam melakukan sejumlah perubahan terkait arah pengembangan produk kesehatan ke depan,” kata Iskandar.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024