Tiket Piala Dunia Super Mahal, FIFA Anggap Wajar untuk Ukuran Amerika
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah melontarkan komentar unik terkait mahalnya harga tiket final Piala Dunia 2026. Dia bahkan bercanda siap mengantarkan langsung hot dog dan minuman soda kepada suporter yang membeli tiket seharga US$2 juta (Rp32,4 miliar).
Harga tiket Piala Dunia 2026 memang menuai banyak kritik dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah tiket pertandingan, terutama untuk partai final di New Jersey, dijual dengan harga fantastis melalui platform penjualan ulang resmi FIFA.
Bahkan, empat tiket kategori belakang gawang untuk laga final sempat tercantum dengan harga hampir US$2,3 juta (Rp37,2 miliar) per lembar di platform resale FIFA.
Baca Juga
Menanggapi polemik tersebut, Gianni Infantino menilai harga fantastis itu bukan berasal langsung dari FIFA, melainkan dari penjual di pasar resale. Dia juga menyebut belum tentu ada pembeli yang benar-benar bersedia membayar dengan nominal sebesar itu.
"Jika ada orang yang menjual tiket final di pasar resale dengan harga US$2 juta, pertama itu tidak berarti harga asli tiket memang US$2 juta, dan kedua, belum tentu ada yang akan membelinya," ujar Gianni Infantino, dilansir BBC Sport.
Presiden FIFA itu kemudian melontarkan candaan yang langsung menarik perhatian publik. "Kalau memang ada yang membeli tiket seharga itu, saya pribadi akan membawa hot dog dan Coca-Cola untuk memastikan suporter tersebut mendapatkan pengalaman terbaik," lanjut Gianni Infantino.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/Reuters/status/2052075922459709609?ref_src=twsrc%5Etfw
Gianni Infantino selama ini konsisten membela harga tiket Piala Dunia 2026. Menurut dia, tarif tiket masih sejalan dengan harga berbagai event olahraga besar lainnya di Amerika Serikat.
Gianni Infantino juga menjelaskan sistem resale atau penjualan ulang tiket memang legal di Amerika Serikat. Karena itu, harga tiket bisa melonjak jauh di atas harga resmi yang ditetapkan FIFA.
"Di Amerika Serikat, penjualan ulang tiket memang diperbolehkan. Jadi, jika harga tiket awal terlalu murah, tiket itu nantinya akan dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi," kata Gianni Infantino.
"Faktanya, meski ada yang mengatakan harga tiket kami mahal, tiket-tiket itu tetap dijual kembali dengan harga lebih tinggi, bahkan lebih dari dua kali lipat harga resmi," tambah Gianni Infantino.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/SkySportsNews/status/2052098382236102709?ref_src=twsrc%5Etfw
Gianni Infantino juga mengklaim FIFA masih menyediakan tiket dengan harga yang relatif terjangkau. Menurut dia, sekitar 25 persen tiket fase grup dijual dengan harga di bawah US$300 (Rp4,8 juta).
Gianni Infantino bahkan membandingkan harga tersebut dengan tiket pertandingan olahraga kampus di Amerika Serikat. "Dan, ini adalah Piala Dunia," tegas mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) UEFA itu.
Di tengah kontroversi harga tiket, FIFA juga melakukan perubahan pada kebijakan resale untuk pertandingan yang digelar di Toronto, Kanada. Kini, tiket pertandingan di Toronto hanya boleh dijual sesuai harga asli demi mematuhi aturan baru pemerintah daerah di Ontario.
Aturan tersebut merupakan bagian dari regulasi “Putting Fans First Act 2026” yang melarang penjualan ulang tiket di atas harga resmi. Akibat kebijakan baru itu, seluruh tiket enam pertandingan di Toronto sempat dihapus sementara dari marketplace resmi FIFA sebelum akhirnya dikembalikan dengan aturan harga baru. Sementara tiket pertandingan di 15 kota tuan rumah lainnya masih dapat dijual di atas harga normal melalui platform resale.
Biaya besar yang harus dikeluarkan suporter untuk menonton langsung Piala Dunia 2026 juga menjadi perhatian. Selain tiket pertandingan, harga hotel dan transportasi di Amerika Serikat mengalami lonjakan signifikan selama turnamen berlangsung.
BBC Sport bahkan memperkirakan seorang suporter dari Inggris harus mengeluarkan biaya sekitar £6.500 (Rp139 juta) untuk mengikuti seluruh pertandingan fase grup tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026.
Baca Juga
Liburan Saat Cedera dan Jelang El Clasico, Kylian Mbappe Dikecam Fans Real Madrid

