Untung atau Buntung? Laporan Keuangan AC Milan untuk Musim 2022/2023
JAKARTA, investortrust.id – AC Milan telah menyetujui laporan keuangan musim 2022/2023. I Rossoneri kembali mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.
AC Milan adalah klub besar di Italia yang dalam beberapa tahun terakhir kesulitan mendapatkan prestasi maupun pemasukan. Sejak era Silvio Berlusconi berlalu, AC Milan telah berganti beberapa pemilik. Tapi, prestasi mereka juga tidak terlalu bagus. Begitu pula dengan kondisi finansial.
Namun, baru-baru ini, pemegang saham I Rossoneri telah menyetujui hasil keuangan klub musim lalu dengan laba bersih sekitar 6,1 juta Euro (Rp 103 miliar).
“AC Milan mempercepat jalurnya menuju pertumbuhan berkelanjutan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, pendapatan melebihi 40 juta Euro (Rp 677 miliar), dengan laba bersih 6,1 juta Euro (Rp 103 miliar),” bunyi pernyataan resmi AC Milan di situsnya, dikutip Football Italia.
“Setelah babak pemulihan awal dan peluncuran kembali, AC Milan kini menjalani fase evolusi baru dan penting di bawah kepemimpinan RedBird Capital. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) AC Milan telah menyetujui hasil tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2023, yang disampaikan oleh Direksi pada 27 September 2023,” beber pernyataan itu.
Lebih lanjut, laporan tahunan AC Milan menandai sebuah langkah penting dalam jalur klub menuju pertumbuhan dan perkembangan. Laporan-laporan itu menunjukkan keuntungan untuk pertama kalinya sejak 2006.
Baca Juga
Bukan Gianluigi Donnarumma, Mike Maignan Jalani Laga Emosional Saat AC Milan Lawan PSG
Jika dibanding tahun keuangan 2021/2022, ini naik 72,6 juta Euro (Rp 1,2 triliun). Hasil konsolidasi yang positif sebesar 6,1 juta (Rp 103 miliar) dicapai tanpa kontribusi keuntungan modal dari perdagangan pemain dan didorong oleh pendapatan sebesar 404,5 juta Euro (Rp 6,8 triliun). Jumlah ini naik 106,9 juta Euro (Rp 1,8 triliun) atau meningkat 36% dari 2021/2022.
Secara khusus, percepatan positif kinerja ekonomi klub didukung oleh pertumbuhan pendapatan komersial dan sponsorship sebesar 44,4 juta Euro (Rp 751 miliar). Lalu, dari media dan hak siar TV, AC Milan mendapatkan 41,8 juta Euro (Rp 707 miliar). Angka itu terutama disebabkan kampanye Liga Champions musim lalu.
Terakhir, pendapatan di hari pertandingan dan tiket musiman juga mengalami pertumbuhan sebesar 40,3 juta Euro (Rp 682 miliar).
“Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2023 menunjukkan bahwa perolehan kas dari aktivitas operasi positif sebesar 78 juta Euro (Rp 1,3 triliun). Naik dari 47 juta Euro (Rp 796 milar) dibanding tahun sebelumnya,” lanjut pernyataan resmi AC Milan.
“Belanja modal sebesar 79 juta Euro (Rp 1,3 triliun) atau naik dari 21 juta Euro (Rp 355 miliar) pada tahun sebelumnya menjadi sebuah bukti komitmen pemilik dan manajemen terhadap investasi dengan fokus utama pada penguatan skuad serta memastikan tim yang lebih kompetitif dan pemenang,” tambah pernyataan AC Milan.
Elemen pembeda selanjutnya dalam arah ini diwakili oleh peningkatan hak kinerja pemain sebesar 50,5 juta Euro (Rp 855 miliar), yang akan semakin diperkuat oleh nilai kampanye transfer yang baru saja berakhir.
“Analisis tahun finansial yang sedang dipertimbangkan juga menyoroti dukungan finansial yang signifikan dari pemegang saham pengendali RedBird Capital, melalui investasi sebesar 40 juta Euro (Rp 677 miliar), yang bertujuan untuk memajukan proyek stadion baru,” tutup AC Milan.
Baca Juga
AC Milan Dipermalukan Juventus, Stefano Pioli Salahkan Kartu Merah Malick Thiaw

