Muncul Skandal Baru di Sepak Bola Italia, Ketua Komite Wasit Menonaktifkan Diri
Poin Penting
|
MILAN, investortrust.id – Sosok yang bertanggung jawab atas penunjukan wasit di kompetisi kasta tertinggi Italia, Gianluca Rocchi, memutuskan untuk menonaktifkan diri menyusul penyelidikan dugaan kecurangan olahraga pada musim 2024/2025.
Berdasarkan laporan kantor berita Italia, AGI, mantan wasit internasional tersebut tengah diselidiki atas dugaan “keterlibatan dalam kecurangan olahraga” dan dijadwalkan menjalani sidang pendahuluan pada Kamis (30/4/2026) mendatang. Penyelidikan ini dilakukan oleh Kejaksaan Milan dan telah dikonfirmasi oleh Asosiasi Wasit Italia (AIA).
Dalam pernyataan resminya, AIA juga menyebut Andrea Gervasoni, yang menjabat sebagai pengawas VAR untuk Serie A dan Serie B, turut menangguhkan diri karena ikut masuk dalam proses investigasi.
Baca Juga
Inter Milan Menyesal Gagal Pertahankan Keunggulan 2 Gol Lawan Torino
Rocchi, yang menjabat sebagai penunjuk wasit untuk Serie A dan Serie B, menyatakan keputusannya diambil demi kelancaran proses hukum. “Ini adalah keputusan yang berat dan menyakitkan, namun saya ingin memastikan proses peradilan berjalan dengan tenang. Saya yakin akan keluar dari situasi ini tanpa kesalahan dan lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya, dilansir BBC Sport.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/lnstantFoot/status/2048055122597384536?ref_src=twsrc%5Etfw
Dia menegaskan langkah tersebut juga didorong rasa tanggung jawab terhadap dunia perwasitan. “Saya ingin melindungi integritas asosiasi dan para wasit agar tidak terdampak oleh situasi pribadi saya,” tambah Rocchi.
Kasus ini mencuat setelah muncul dugaan bahwa Rocchi terlibat dalam penunjukan wasit pada pertandingan yang melibatkan Inter Milan karena dianggap “disukai” oleh klub tersebut. Selain itu, keputusan VAR yang tidak meninjau pelanggaran siku pemain Inter dalam laga lain juga turut disorot.
Tak hanya itu, Rocchi juga dituding menekan ofisial VAR untuk mendorong wasit melakukan tinjauan ulang melalui monitor pinggir lapangan terkait dugaan handball dalam laga antara Udinese melawan Parma pada Maret tahun lalu. Keputusan yang awalnya tidak memberikan penalti disebut berubah setelah intervensi tersebut, yang berujung gol kemenangan oleh Florian Thauvin.
Di Italia, kecurangan olahraga merupakan tindak pidana serius dengan ancaman hukuman maksimal hingga enam tahun penjara. Rocchi menyatakan kini menunggu perkembangan lebih lanjut guna memperjelas posisinya dalam kasus ini.
Baca Juga

