Kacamata Progresif Bikin Pusing? Ini Penyebab dan Cara Memilih yang Nyaman
JAKARTA, investortrust.id – Memasuki usia 40 tahun ke atas, banyak orang mulai mengalami presbiopia, yaitu kondisi ketika mata kesulitan melihat jarak dekat. Kacamata progresif menjadi salah satu solusi karena mampu membantu penglihatan jarak jauh, menengah, hingga dekat dalam satu lensa.
Namun, sebagian pengguna masih mengeluhkan rasa pusing atau sulit beradaptasi saat menggunakan kacamata progresif. Kondisi ini sering kali membuat pengguna kembali menggunakan dua kacamata terpisah.
Keluhan tersebut umumnya disebabkan oleh desain dan kualitas lensa progresif yang digunakan. Tidak semua lensa progresif memiliki desain yang sama. Lensa dengan desain kurang optimal cenderung memiliki area pandang sempit dan transisi yang tidak halus, sehingga pengguna perlu menyesuaikan posisi kepala saat beraktivitas.
Baca Juga
Akses BPJS Kesehatan Kini Bisa 24 Jam via WhatsApp, Menkomdigi: Layanan Publik Harus Proaktif
Sebaliknya, lensa progresif dengan teknologi lebih presisi menawarkan area pandang yang lebih luas, transisi yang lebih natural, serta pergerakan mata yang lebih nyaman dalam penggunaan sehari-hari.
Kebutuhan pengguna juga berbeda-beda, tergantung aktivitas dan gaya hidup. Pengguna yang banyak bekerja di depan komputer membutuhkan area penglihatan jarak dekat dan menengah yang lebih luas, sementara aktivitas luar ruangan memerlukan keseimbangan penglihatan yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan lensa progresif sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan hanya harga.
Perbedaan fungsi ini juga menjelaskan mengapa harga lensa progresif cenderung lebih mahal dibandingkan kacamata biasa. Lensa single vision hanya dirancang untuk satu jarak penglihatan, sedangkan lensa progresif menggabungkan beberapa fungsi dalam satu lensa dengan desain yang lebih kompleks.
Sejumlah produsen lensa, termasuk HOYA Vision Care, mengembangkan lensa progresif dengan pendekatan yang lebih presisi dan personalisasi agar sesuai dengan kebutuhan visual serta gaya hidup pengguna.
Baca Juga
2,1 Juta Warga Telah Reaktivasi Data BPJS Kesehatan, 300 Ribu Kembali ke PBI Jaminan Kesehatan
Selain desain, kualitas lapisan atau coating berperan penting dalam kenyamanan. Lapisan lensa yang baik membantu mengurangi pantulan cahaya, meningkatkan kejernihan penglihatan, serta menjaga daya tahan lensa dalam penggunaan sehari-hari.
Dokter spesialis mata dr. Amanda Nur Shinta Pertiwi, Sp.M, FIACLE, menjelaskan bahwa kenyamanan penggunaan kacamata progresif sangat dipengaruhi oleh pengukuran yang tepat, kualitas dan desain lensa, serta kesesuaian dengan kebutuhan visual.
“Banyak pasien datang dengan keluhan tidak nyaman saat menggunakan kacamata progresif. Padahal secara klinis, kenyamanan ditentukan oleh pengukuran yang tepat, kualitas dan desain lensa, serta kesesuaian dengan kebutuhan visual sehari-hari. Dengan pemeriksaan yang tepat dan pemilihan lensa yang sesuai dengan aktivitas, proses adaptasi biasanya dapat berlangsung lebih cepat dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsultasi dengan tenaga profesional menjadi langkah penting sebelum memilih kacamata progresif.
Dengan memahami perbedaan desain lensa serta pentingnya pengukuran yang tepat, masyarakat dapat memperoleh pengalaman penggunaan kacamata progresif yang lebih optimal. Konsultasi dengan tenaga profesional di rumah sakit, klinik mata, maupun optik terpercaya menjadi kunci dalam menemukan solusi penglihatan yang sesuai.
Sebagai informasi, HOYA Vision Care telah lebih dari 80 tahun menjadi pemimpin global dalam inovasi teknologi optis, dengan kehadiran di lebih dari 80 negara dan fokus pada pengembangan lensa berkualitas tinggi serta desain yang nyaman.

