Wall Street Rontok Dipicu Kekhawatiran Kenaikan FFR, Dow Anjlok Hampir 300 Poin
JAKARTA, investortrust.id - Pasar modal Amerika Serikat rontok, antara lain dipicu kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed (Fed Fund Rate/FFR). Wall Street terjungkal tiga hari berturut-turut.
Dilansir dari CNBC.com, Jumat (18/8/2023), Dow Jones Industrial Average turun 290,91 poin (0,84%) menjadi 34.474,83 pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat. Ini pertama kalinya 30 saham Dow ditutup di bawah rata-rata pergerakan 50 hari sejak 1 Juni. Tanda peringatan adanya tren turun.
S&P 500 melemah 0,77% dan mengakhiri sesi di 4.370,36. Komposit Nasdaq amblas 1,17%, jatuh ke 13.316,93.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencapai titik tertinggi sejak Oktober 2022 pada Kamis (17/8/2023). Kekhawatiran kenaikan suku bunga terus bergulir setelah risalah The Fed pertemuan Juli menunjukkan bank sentral tetap khawatir tentang risiko terbalik terhadap inflasi.
Saham Walmart turun lebih dari 2% bahkan setelah melaporkan laba dan pendapatan yang mengalahkan laporan kinerja kuartal kedua fiskal. Perusahaan juga meningkatkan pedoman setahun penuh dan menggarisbawahi kekuatan dalam penjualan grosir dan online.
Sisi positifnya, perusahaan jaringan komputer Cisco Systems naik lebih dari 3% pada laporan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.
Saham telah terkoreksi selama Agustus. Rata-rata indeks utama diprediksi akan mencatatkan pelemahan pekan ini dan di wilayah negatif untuk bulan tersebut. Indeks pasar turun lebih dari 4% pada Agustus.
Manajer portofolio Commonwealth Financial Network Chris Fasciano menyatakan, setelah reli yang kuat di babak pertama, dan bahkan berlanjut hingga Juli, diperlukan kehati-hatian. "Tentu saja apa yang terjadi sekarang tidak terduga, dan sedikit kemunduran. Tapi, pada akhirnya bisa menjadi hal yang sehat untuk pasar secara umum," ungkapnya.
Klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 12 Agustus turun dari periode sebelumnya dan berada sedikit di bawah estimasi Dow Jones. Federal Reserve Philadelphia juga melaporkan kenaikan indeks manufaktur pada bulan Agustus.

