Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketidakpastian Pasar, Stoxx 600 Eropa Anjlok 1%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Pasar saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/4/2026). Investor hati-hati menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga
Trump Ancam Luluhlantakkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Siap Lawan
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 berakhir turun hampir 1%, berbalik dari penguatan yang sempat terjadi di awal sesi. Mayoritas sektor dan bursa utama kawasan Eropa ditutup di zona merah.
Pelemahan ini terjadi setelah pasar Eropa kembali dibuka usai libur panjang Paskah selama empat hari, dengan sentimen investor masih rapuh akibat pesan yang saling bertolak belakang dari pemerintah AS terkait potensi penyelesaian konflik.
Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam waktu kurang dari 24 jam. Namun di sisi lain, ia juga menyebut bahwa kepemimpinan Iran sedang bernegosiasi dengan “itikad baik”.
Dalam pernyataan terbaru di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa “seluruh peradaban bisa mati malam ini” jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi global—sebelum pukul 20.00 waktu AS Timur. Sebelumnya, ia juga mengancam akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran dalam waktu empat jam setelah tenggat berakhir.
Di pasar saham, Commerzbank menyatakan bahwa rencana akuisisi oleh UniCredit tidak menunjukkan potensi penciptaan nilai yang memadai bagi pemegang saham. Bank asal Jerman itu menyebut tidak ada dasar untuk melanjutkan kesepakatan dan akan fokus pada strategi mandiri.
Dikutip dari CNBC, saham Commerzbank turun 0,5% di Frankfurt, sementara UniCredit melemah 0,4% di Milan.
Sebaliknya, saham Universal Music Group melonjak 11,4% setelah adanya proposal akuisisi senilai US$64 miliar oleh Pershing Square. Perusahaan hasil merger direncanakan akan melantai di Bursa Efek New York.
Baca Juga
Firma Riset Wall Street Kirim Analis ke Selat Hormuz, Laporannya Mengejutkan!
Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 bergerak bervariasi. Pasar Asia-Pasifik bergerak ‘volatile' dan cenderung melemah akibat ketidakpastian perang.

