Bursa Eropa Memerah Imbas Perang Iran, Stoxx 600 Anjlok Hampir 2%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa Eropa ditutup di wilayah negatif, Senin (2/3/2026). Pasar global merosot setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan luas terhadap Iran.
Baca Juga
Bursa Eropa ‘Mixed’, Saham Swiss Re Melesat Usai Bukukan Rekor Laba US$ 4,8 miliar
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 anjlok hampir 1,7%, dengan bursa-bursa utama berada di zona merah.
Eksportir minyak dan gas Norwegia, Vår Energi dan Equinor, masing-masing naik 6% dan 8%, seiring meningkatnya kekhawatiran atas pasokan energi global.
Saham pertahanan Eropa ditutup bervariasi, memangkas kenaikan sebelumnya. BAE Systems naik 6%, sementara produsen jet tempur Swedia Saab turun 0,5%. Perusahaan Italia Leonardo menguat hampir 3% dan perusahaan Jerman Renk naik lebih dari 3%. Sementara perusahaan kedirgantaraan Italia Avio turun 1%.
Perusahaan yang terkait sektor perjalanan dan pariwisata merosot tajam seiring berlanjutnya gangguan global pada Senin. Carnival PLC turun 8%, dan International Consolidated Airlines Group melemah lebih dari 5%. TUI AG anjlok hampir 10%, dan Lufthansa turun 5%.
Serangan terhadap Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, dengan AS dan Israel mendesak warga Iran untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna menggulingkan rezim.
Iran meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan AS di kawasan Timur Tengah. Empat personel militer AS tewas dalam konflik tersebut, menurut Komando Pusat AS.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pada Senin bahwa lebih banyak korban dari pihak Amerika kemungkinan akan terjadi. “Perang itu neraka,” kata Hegseth. Jenderal Angkatan Udara Dan Caine, menegaskan dalam pengarahan bahwa ini bukan “operasi semalam” dan akan ada “kerugian tambahan.”
Baca Juga
Gangguan Pasokan Akibat Eskalasi Perang Iran Bisa Kerek Minyak Brent Tembus US$ 100
Harga minyak terus melonjak pada Senin karena para pedagang mengkhawatirkan gangguan pasokan besar melalui Selat Hormuz. Harga patokan internasional Brent mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan terakhir naik hampir 6%.
Saham AS merosot pada Senin dan pasar Asia-Pasifik juga melemah, dengan saham maskapai mencatat kerugian tajam di tengah gangguan wilayah udara Timur Tengah dan penutupan bandara.
Serangan besar-besaran AS dan Israel diluncurkan pada Sabtu setelah Iran menolak tuntutan AS untuk membatasi program nuklirnya, dan putaran pembicaraan lainnya yang digelar Kamis lalu berakhir tanpa kesepakatan.
Laporan laba di Eropa berasal dari Bank of Ireland Group, Smith & Nephew dan Galp Energia, sementara rilis data mencakup penjualan ritel Jerman dan angka PDB Italia.

