Saham Berjangka AS Melemah, Investor Cermati Perkembangan Perang Iran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Kontrak berjangka saham AS melemah pada Minggu (5/4/2026) setelah reli kuat pekan lalu, seiring investor mencermati perkembangan perang AS–Iran dan lonjakan harga minyak.
Kontrak berjangka (futures) Dow Jones Industrial Average merosot 0,5% atau 253 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing terkoreksi 0,6% dan 0,7%.
Padahal pekan lalu, pasar saham AS mencatat kinerja solid. S&P 500 melonjak hampir 6%, mengakhiri tren penurunan lima minggu. Dow naik 3%, sementara Nasdaq menguat 4,4%.
Baca Juga
Wall Street Melesat Didorong Harapan Akhir Perang Iran, Dow Terbang Lebih 1.100 Poin
Namun reli tersebut dibayangi volatilitas tinggi akibat ketidakpastian konflik geopolitik. Pernyataan terbaru Presiden Donald Trump yang mengancam serangan ke Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka, kembali meningkatkan kekhawatiran pasar.
Di sisi lain, harga minyak terus merangkak naik. WTI naik 1,9% ke US$113,53 per barel dan Brent menguat 1,3% ke US$110,44 per barel, memperbesar risiko inflasi global.
Investor juga mulai mencerna data tenaga kerja AS terbaru. Ekonomi menambah 178.000 lapangan kerja pada Maret, jauh di atas ekspektasi. Namun, penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Baca Juga
Payroll AS Melonjak di Atas Ekspektasi, tapi Pasar Tenaga Kerja Masih Rapuh
Menurut Ryan Weldon, manajer portofolio di IFM Investors, pasar tenaga kerja AS masih rapuh, sementara kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi.
“Data PHK dari awal pekan ini sedikit meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan dan lowongan pekerjaan tetap lebih rendah dari yang diharapkan. Harga minyak yang lebih tinggi kemungkinan akan berdampak pada biaya input yang lebih tinggi dan pada akhirnya inflasi yang lebih tinggi,” bebernya, seperti dikutip CNBC.

