Pasar Eropa Reli 4 Hari Beruntun, Investor Cermati Perang Iran dan Data Ekonomi
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Jumat (22/5/2026), di tengah perhatian investor yang tertuju pada perang Iran-AS, lonjakan harga minyak, serta serangkaian data ekonomi regional.
Baca Juga
Bursa Eropa Bergerak Fluktuatif, Sinyal Perlambatan Ekonomi Bayangi Pasar
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 0,8%, memperpanjang reli menjadi empat hari berturut-turut. Hampir seluruh sektor utama dan bursa regional ditutup di zona hijau, mencerminkan optimisme investor meski ketidakpastian geopolitik masih tinggi.
Namun di balik penguatan pasar, saham Puig menjadi pusat perhatian setelah jatuh tajam 13,4%. Penurunan ini terjadi usai berakhirnya pembicaraan kombinasi bisnis dengan raksasa kosmetik AS, Estée Lauder.
Kegagalan negosiasi tersebut memicu aksi jual besar-besaran terhadap saham Puig. Sebaliknya, investor di Wall Street menyambut positif kabar itu. Saham Estée Lauder justru melonjak lebih dari 10% dalam perdagangan New York.
Pasar juga dibayangi ketegangan Timur Tengah yang terus memicu volatilitas energi global. Harga minyak sempat melonjak setelah Teheran dikabarkan tetap bersikeras mempertahankan uranium yang diperkaya di dalam negeri, memunculkan kekhawatiran konflik Iran-AS akan berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Minyak Brent sebagai acuan global naik sekitar 1,2% ke level US$103,77 per barel.
Baca Juga
Harga Minyak Bergejolak, Pasar Ragu Terobosan Negosiasi Damai Iran-AS
Kenaikan harga energi mulai memukul aktivitas ekonomi Eropa. Di Inggris, penjualan ritel April turun 1,3% dibanding bulan sebelumnya. Penurunan terbesar berasal dari penjualan bahan bakar yang merosot lebih dari 10%.
Beberapa peritel melaporkan konsumen mulai mengurangi konsumsi BBM akibat fluktuasi harga energi yang dipicu perang Timur Tengah.
Meski demikian, sejumlah indikator ekonomi Eropa memberikan sinyal positif.
Sentimen konsumen Jerman membaik pada Juni, dengan indeks GfK naik dari -33,1 menjadi -29,8. Peningkatan ekspektasi pendapatan menjadi faktor utama pendorong optimisme rumah tangga di ekonomi terbesar Eropa itu.
Di Prancis, indeks iklim manufaktur naik ke level 102 pada Mei, tertinggi dalam empat bulan terakhir.
Dari Inggris, tekanan fiskal juga menjadi perhatian pasar setelah pemerintah mencatat pinjaman publik sebesar 24,3 miliar poundsterling pada April, lebih tinggi dari perkiraan resmi.
Meski demikian, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun justru turun lebih dari 6 basis poin ke 4,907%, menandakan investor mulai mencari aset aman di tengah ketidakpastian global.

