Bagikan

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok 4% saat Won Sentuh Level Terendah Sejak 2009

Poin Penting

Indeks utama Korea Selatan turun lebih dari 4%, dipicu tekanan geopolitik dan pelemahan mata uang.
Mata uang Korea melemah ke level terendah sejak 2009 terhadap dolar AS.
Minyak melonjak: WTI dan Brent naik signifikan akibat gangguan pasokan dari konflik Iran.
Ancaman AS terhadap Iran dan potensi penutupan Selat Hormuz memperburuk sentimen pasar global.

SEOUL, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik melemah pada Selasa (31/3/2026). Korea Selatan memimpin penurunan, seiring kenaikan harga minyak mentah dan konflik Timur Tengah yang semakin memanas.

Presiden AS Donald Trump meningkatkan ancamannya. Pada Senin, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menghancurkan pembangkit listrik, ladang minyak, dan Pulau Kharg milik Iran, jika Selat Hormuz yang sangat strategis tetap ditutup dan tidak ada kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.

Pernyataan tersebut muncul saat perang Iran memasuki pekan kelima, dan ketika pemerintahan Trump mempertimbangkan untuk mengirim pasukan darat guna merebut Pulau Kharg, pusat bahan bakar utama yang memfasilitasi 90% ekspor minyak mentah Iran.

Lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz—yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima dari pengiriman minyak global via laut—hampir terhenti sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Harga minyak West Texas Intermediate naik 2,8% menjadi $105,8 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka Brent untuk Mei melonjak 2% menjadi $115,17 per barel.

Baca Juga

Minyak Brent Melonjak 55% Sepanjang Maret, Rekor Kenaikan Bulanan Terbesar sejak 1988

Dilansir CNBC, indeks unggulan Korea Selatan Kospi memimpin penurunan di Asia dengan anjlok lebih dari 4%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun lebih dari 3%. Won Korea melemah 0,63% ke level 1.526,9 terhadap dolar AS, menyentuh level terlemah sejak 2009.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 2,2% sementara indeks Topix yang lebih luas melemah 1,4%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,56%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.683, dibandingkan penutupan terakhir indeks di 24.750,8.

Di AS, indeks S&P 500 turun 0,39% ke 6.343,72, menandai penurunan tiga sesi berturut-turut, sementara Nasdaq Composite turun 0,73% ke 20.794,64. Dow Jones Industrial Average berlawanan arah dengan naik 0,11% ke 45.216.

Baca Juga

Dipicu Sentimen Geopolitik dan Tekanan Saham Teknologi, Wall Street Mayoritas Melemah

Kontrak berjangka saham AS bergerak tipis, dengan futures S&P 500 turun kurang dari 0,1%, futures Nasdaq 100 melemah 0,1%, dan futures Dow Jones naik 23 poin atau kurang dari 0,1%.

Saham-saham terkoreksi meskipun Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa prospek inflasi tetap terkendali meskipun harga energi meningkat, dan bank sentral tidak perlu merespons dengan kenaikan suku bunga.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024