Wall Street Rebound Setelah Kekhawatiran Disrupsi AI Mereda, Dow Melonjak Lebih dari 350 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS rebound pada Selasa waktu AS atau Rabu (25/2/2026) WIB. Penguatan dipimpin oleh kenaikan saham Advanced Micro Devices dan saham perangkat lunak. Kekhawatiran investor terkait disrupsi kecerdasan buatan terhadap sejumlah industri mulai mereda.
Indeks S&P 500 naik 0,77% menjadi 6.890,07, sementara Nasdaq Composite menguat 1,04% ke 22.863,68. Dow Jones Industrial Average bertambah 370,44 poin atau 0,76% menjadi 49.174,50.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Sentimen Disrupsi AI dan Tarif Baru Trump, Dow Ambles Lebih 800 Poin
Indeks Dow, terdiri atas 30 saham unggulan, didukung kenaikan hampir 2% saham Home Depot setelah laba perusahaan melampaui ekspektasi untuk pertama kalinya dalam setahun. Saham IBM, yang anjlok pada hari perdagangan sebelumnya akibat kekhawatiran AI, juga turut menopang kenaikan Dow.
Saham Advanced Micro Devices melonjak 8,8% setelah Meta Platforms mengumumkan kesepakatan multi-tahun dengan perusahaan semikonduktor tersebut. Kemitraan baru ini mencakup penyebaran hingga 6 gigawatt unit pemrosesan grafis AMD untuk pusat data AI. Meta juga akan berinvestasi di AMD melalui waran berbasis kinerja hingga 160 juta saham pembuat chip tersebut.
Langkah ini terjadi sepekan setelah Meta mengatakan bahwa mereka menggunakan jutaan chip dari Nvidia dalam pembangunan pusat datanya. Saham Nvidia naik 0,7%.
Saham DocuSign juga menjadi pemenang dengan kenaikan lebih dari 2% setelah Anthropic menyatakan bahwa Claude Cowork kini dapat terhubung ke DocuSign serta alat lain milik organisasi seperti Google Drive dan Gmail. Langkah ini memberikan optimisme bahwa AI dapat melengkapi perusahaan perangkat lunak alih-alih menggantikannya.
Hal itu meluas ke sektor perangkat lunak lainnya. Saham Salesforce — yang juga bekerja sama dengan Anthropic — dan ServiceNow masing-masing naik 4% dan lebih dari 1%. ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) naik hampir 2%, meskipun masih lebih dari 30% di bawah level tertinggi 52 minggunya.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Kekhawatiran Disrupsi AI, Dow Anjlok Lebih dari 650 Poin
“Menurut saya pasar berada dalam kecenderungan : jual dulu, tanya kemudian. Itu sudah berlangsung beberapa waktu, dan itulah sebabnya bahkan saham perangkat lunak enterprise mengalami tekanan cukup besar,” kata Anshul Sharma, chief investment officer di Savvy Wealth, kepada CNBC. Ia menambahkan bahwa pergerakan hari itu adalah “reli lega klasik” setelah aksi jual sebelumnya.
Sharma juga mengatakan bahwa ia belum sepenuhnya yakin dengan narasi yang beredar di Wall Street bahwa AI akan segera menggantikan banyak perangkat lunak enterprise.
“Sangat berisiko dari perspektif tanggung jawab hukum bagi perusahaan besar untuk mengatakan, ‘Baik, kita akan meninggalkan perangkat lunak enterprise — yang sudah teruji dan sesuai dengan parameter risiko kami — lalu membangunnya sendiri dalam beberapa bulan atau kuartal ke depan'. Penurunan tajam di sektor perangkat lunak merupakan reaksi yang sangat cepat,” urainya.
Indeks utama melemah pada Senin akibat kekhawatiran baru terkait disrupsi AI. Ancaman Presiden Donald Trump untuk menaikkan tarif global menjadi 15% serta ketegangan antara AS dan Iran juga membuat pelaku pasar waspada. Tarif global AS sebesar 10% mulai berlaku pada Selasa.

