Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Melonjak Hampir 2%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memutuskan apakah akan meluncurkan serangan militer terhadap Iran dalam 10 hari ke depan.
Baca Juga
Di Pertemuan Board of Peace Trump Kembali Ancam Iran: Pilih Sepakat, atau Terjadi Hal Buruk
“Jadi sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak,” kata Trump pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dipimpinnya, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. “Mungkin kita akan membuat kesepakatan. Anda akan mengetahuinya dalam waktu mungkin 10 hari ke depan,” ujarnya.
Dikutip dari CNBC, harga minyak mentah AS naik $1,24, atau 1,9%, ditutup pada $66,43 per barel. Minyak acuan global Brent menguat $1,31, atau 1,86%, menjadi $71,66.
“Selama bertahun-tahun terbukti tidak mudah membuat kesepakatan yang bermakna dengan Iran. Kita harus membuat kesepakatan yang bermakna, jika tidak maka hal-hal buruk akan terjadi,” tandas Trump.
Harga minyak bergerak naik sepanjang pekan ini karena kekhawatiran bahwa serangan AS terhadap Iran sudah dekat. WTI naik lebih dari 5% pekan ini dan hampir 16% sepanjang tahun berjalan.
Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mengadakan pembicaraan dengan Iran mengenai program nuklirnya di Jenewa pekan ini. Wakil Presiden JD Vance mengatakan pada Selasa bahwa Iran tidak menanggapi garis merah yang ditetapkan Trump dalam pembicaraan tersebut.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak 4% Setelah Vance Sebut Iran Abaikan Tuntutan AS
Peningkatan besar kekuatan militer AS tengah berlangsung di Timur Tengah. Kapal induk USS Abraham Lincoln saat ini berada di kawasan tersebut. Kapal induk kedua, USS Gerald Ford, sedang menuju wilayah itu.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Rabu bahwa ada “banyak alasan dan argumen yang bisa diajukan untuk melakukan serangan terhadap Iran.” Ia menyebut ada beberapa kemajuan dalam pembicaraan di Jenewa, namun Iran dan AS “masih sangat berjauhan dalam beberapa isu.”
Garda Revolusi Iran menggelar latihan militer di Selat Hormuz pekan ini. Selat tersebut merupakan jalur sempit penting bagi perdagangan minyak global.

