Pasar Eropa Menguat, tapi Saham Bayer Jerman Terjun 7% Akibat Beban Litigasi
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Saham-saham Eropa menguat pada Rabu (18/2/2026). Investor mempertimbangkan data inflasi terbaru Inggris dan memantau perkembangan pasar global.
Baca Juga
Ekonomi Inggris Nyaris Stagnan, Pasar Nantikan Stimulus Moneter
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 1,2%, dengan bursa-bursa utama dan sebagian besar sektor berada di wilayah positif.
Perusahaan ilmu hayati Jerman Bayer anjlok 7,2% pada Rabu setelah unit Monsanto miliknya mengusulkan pembayaran sebesar US$7,25 miliar untuk menyelesaikan gugatan yang mengeklaim bahwa herbisida Roundup menyebabkan kanker, seperti disampaikan dalam siaran pers pada Selasa.
Perusahaan memperkirakan provisi dan kewajiban litigasinya meningkat dari 7,8 miliar euro (US$9,24 miliar) menjadi 11,8 miliar euro, dengan sekitar 5 miliar euro pembayaran terkait litigasi pada 2026. Bayer memperkirakan arus kas bebas negatif untuk tahun ini.
Tingkat inflasi Inggris turun menjadi 3% pada Januari, menurut angka terbaru dari Office for National Statistics. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan indeks harga konsumen turun menjadi 3%, dari 3,4% dalam dua belas bulan hingga Desember.
“Inggris telah mengalami inflasi yang lebih tinggi dan lebih berkepanjangan dibandingkan AS atau kawasan euro, tetapi data hari ini menunjukkan arah mulai berubah,” kata David Smith, manajer portofolio di Henderson High Income Trust plc.
“Inflasi kemungkinan turun ke 2% pada akhir tahun atau bahkan lebih cepat, membuka peluang bagi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of England,” tambahnya.
Pound sterling melemah 0,2% terhadap dolar pada Rabu sore setelah data yang sesuai ekspektasi tersebut, di level US$1,3547. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris, yang dikenal sebagai gilts, juga stabil.
Sterling sempat melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris turun dalam sesi perdagangan Selasa setelah data menunjukkan tingkat pengangguran Inggris naik ke level tertinggi dalam lima tahun, sementara pertumbuhan upah melambat.
Laporan kinerja emiten pada Rabu datang dari Glencore, BAE Systems, Orange dan Euronext.
Saham Asia menguat dalam perdagangan tipis akibat libur, dengan pasar di China daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan dan Korea Selatan tutup untuk libur Tahun Baru Imlek.
Baca Juga
Laju Wall Street Tertahan Saham Software, Pasar Masih Dibayangi Kekhawatiran Disrupsi AI
Di Wall Street, saham bergerak naik. Katalis besar berikutnya pekan ini kemungkinan adalah rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Jumat. PCE, ukuran inflasi pilihan The Fed, akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi.
