Sah, Tarique Rahman Dilantik jadi Perdana Menteri Bangladesh
Poin Penting
|
DHAKA, Investortrust.id - Tarique Rahman, pemimpin Partai Bangladesh National Party (BNP), sah menjabat sebagai Perdana Menteri Bangladesh setelah dilantik sebagai perdana menteri ke-11 negara Asia Selatan tersebut pada Selasa (17/2/2026).
Pengambilan sumpah jabatan dilakukan Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin terhadap perdana menteri terpilih, beserta 49 anggota kabinet di depan gedung parlemen di ibu kota, Dhaka.
Sebelumnya sebanyak 297 anggota parlemen, termasuk dari blok yang dipimpin Bangladesh Jamaat-e-Islami, juga dilantik untuk mengisi kursi parlemen yang merupakan hasil pemilu bersejarah, atau pemilu pertama sejak kerusuhan 2024 yang menggulingkan pemerintahan pimpinan Liga Awami yang berkuasa selama 15 tahun.
Sejumlah pemimpin negara dan pejabat asing turut menghadiri upacara pelantikan bersama pemimpin pemerintahan sementara yang juga peraih Nobel, Muhammad Yunus, beserta timnya.
Di antara tamu asing yang hadir adalah Presiden Maladewa Mohamed Muizzu, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, Menteri Perencanaan Pakistan Ahsan Iqbal, serta Wakil Menteri Inggris Seema Malhotra.
Baca Juga
Pulang untuk Menang, Siapa Tarique Rahman yang Akan Pimpin Bangladesh?
Sebelumnya negara pecahan Pakistan ini berjalan di bawah pemerintahan transisi sejak 8 Agustus 2024, yang dipimpin pemenang Nobel perdamaian, Muhammad Yunus. Pemerintahan transisi dibentuk setelah para pemimpin Liga Awami dan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina melarikan diri ke India pada 5 Agustus tahun lalu.
Yunus dan timnya menggelar pemilu pekan lalu, menghasilkan pemerintahan terpilih Bangladesh.
Sementara itu Liga Awami dilarang mengikuti pemilu, sehingga BNP dan sekutunya mampu mengamankan mayoritas dua pertiga suara dengan 212 kursi di parlemen.
Dari total 300 kursi parlemen, pemilu untuk tiga kursi ditunda, sementara 50 kursi tambahan yang diperuntukkan bagi perempuan akan dialokasikan kepada partai-partai berdasarkan persentase perolehan suara mereka.
Lebih dari 127,6 juta warga Bangladesh memenuhi syarat untuk memberikan suara pekan lalu. Tingkat partisipasi pemilih tercAatat 59,44%, naik dari 41,8% pada pemilu Januari 2024.
Referendum yang digelar bersamaan terkait reformasi konstitusi memperoleh dukungan mayoritas yang sangat besar, melampaui 60%.

