Mengapa Indonesia Perlu Hadir di Global Peace
Poin Penting
|
Oleh: Teguh Anantawikrama *)
INVESTORTRUST -- Dunia sedang bergerak ke arah yang semakin terfragmentasi. Rivalitas kekuatan besar, konflik regional yang meluas, dan melemahnya sistem multilateral membuat perdamaian global tidak lagi bisa dianggap sebagai sesuatu yang otomatis terjaga. Dalam situasi seperti ini, dunia tidak hanya membutuhkan kekuatan, tetapi juga penyeimbang.
Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk memainkan peran tersebut.
Indonesia bukan negara adidaya, tetapi juga bukan negara pinggiran. Dengan skala ekonomi yang besar, populasi yang signifikan, serta posisi geografis yang strategis, Indonesia adalah middle power dengan ruang manuver geopolitik yang luas. Posisi ini memberi Indonesia keunggulan: cukup kuat untuk diperhitungkan, namun cukup independen untuk dipercaya.
Karena itu, non-blok bukanlah sikap pasif, melainkan strategi aktif. Non-blok berarti menjaga kebebasan menentukan kepentingan nasional tanpa terikat pada rivalitas blok kekuatan besar. Dalam dunia yang semakin terpolarisasi, pendekatan ini justru menjadi aset strategis.
Kehadiran Indonesia dalam Global Peace—berbagai forum dan mekanisme perdamaian internasional—bukan sekadar simbol diplomatik. Indonesia dapat berperan sebagai honest broker: membuka dialog, menurunkan eskalasi, dan menjembatani kepentingan yang saling berhadapan. Dunia membutuhkan aktor yang tidak datang dengan agenda dominasi, tetapi dengan kredibilitas dan konsistensi.
Namun kehadiran saja tidak cukup. Indonesia perlu memastikan bahwa perannya dalam perdamaian global memiliki arah dan dampak nyata.
Baca Juga
Implikasi Kebijakan
Pertama, Indonesia perlu menjadikan diplomasi middle power sebagai strategi utama kebijakan luar negeri—lebih proaktif dalam membangun koalisi dan mengajukan inisiatif perdamaian lintas blok.
Kedua, peran Indonesia sebagai penyeimbang dan mediator perlu dilembagakan, dengan kapasitas diplomasi preventif dan mediasi yang kuat dan berkelanjutan.
Ketiga, perdamaian global harus dipandang sebagai bagian dari kepentingan nasional. Stabilitas dunia berkaitan langsung dengan keamanan ekonomi, rantai pasok, dan ketahanan pembangunan Indonesia.
Keempat, Indonesia perlu terus membawa perspektif Global South, menolak standar ganda, dan mendorong tatanan global yang lebih adil dan inklusif.
Baca Juga
Dunia yang terbelah tidak membutuhkan lebih banyak pihak yang saling berhadapan. Dunia membutuhkan penyeimbang yang rasional dan kredibel.
Indonesia memiliki modal itu. Kehadiran Indonesia di Global Peace bukan hanya relevan—ia adalah bagian dari tanggung jawab strategis Indonesia di panggung dunia.
*) Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia
