Trump Sebut Bakal Bertemu Zelenskyy di Davos
DAVOS, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bakal bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) besok waktu setempat. Trump menyebut kesepakatan damai Ukraina dan Rusia makin dekat.
Sebelumnya, Trump mengatakan akan bertemu dengan Zelenskyy di WEF hari ini, meskipun Kyiv menyatakan pemimpin Ukraina, yang negaranya sedang berjuang melawan invasi Rusia, tidak hadir.
Baca Juga
Sejumlah Pernyataan Trump di Davos ‘Asal Njeplak’ Tak Sesuai Fakta, Ini Fakta Sebenarnya
Berbicara kepada para pemimpin dunia di WEF, Trump mengatakan ia akan bertemu dengan Zelenskyy hari ini. Bahkan, Presiden AS mengisyaratkan Zelenskyy mungkin berada di antara para peserta WEF. Namun, Penasihat Presiden Ukraina, Dmytro Lytvyn membantah klaim itu.
Kepada wartawan, Dmytro Lytvyn memastikan Zelenskyy berada di Kyiv. Sebagian besar ibu kota Ukraina itu masih tanpa listrik dan penduduk di 4.000 bangunan tanpa pemanas dalam suhu di bawah nol derajat setelah serangan Rusia awal pekan ini.
Dikonfirmasi wartawan mengenai jadwal pertemuannya dengan Zelenskyy, Trump meyakini pertemuan itu akan berlangsung Kamis (22/1/2026) besok.
"Saya yakin besok," jawab Trump.
Presiden Trump mengulangi keyakinannya yang sering diungkapkan. Trump meyakini Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Zelenskyy hampir mencapai kesepakatan. Trump menyebut banyak korban meninggal dunia akibat perang yang dimulai ketika Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.
"Saya percaya mereka sekarang berada pada titik di mana mereka dapat bersatu dan mencapai kesepakatan. Dan jika tidak, mereka bodoh, itu berlaku untuk keduanya," kata Trump dalam obrolan singkat dengan moderator setelah pidatonya.
Trump menyebut Putin dan Zelenskyy sebelumnya telah mundur dari kesepakatan. Namun, Trump menyebut kesepakatan Rusia-Ukraina saat ini cukup dekat.
Sebelumnya, Trump mengecam NATO dan mengklaim AS tidak banyak mendapat manfaat dari aliansi militer transatlantik tersebut, yang mengamankan posisi Washington di puncak kekuasaan di kawasan itu setelah Perang Dunia II.
Baca Juga
"Apa yang didapatkan Amerika Serikat dari semua pekerjaan ini, semua uang ini, selain kematian, kehancuran, dan sejumlah besar uang yang diberikan kepada orang-orang yang tidak menghargai apa yang kita lakukan?" katanya.
"Mereka tidak menghargai apa yang kita lakukan. Saya berbicara tentang NATO, saya berbicara tentang Eropa," kata Trump menambahkan.

