Pasar Asia-Pasifik Diperkirakan Melemah, Mengikuti Kejatuhan Wall Street
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik diperkirakan dibuka lebih rendah pada Rabu (21/1/2026), mengikuti kejatuhan di Wall Street. Pasar AS jatuh setelah Presiden Donald Trump meningkatkan retorikanya soal Greenland, dengan mengancam tarif baru terhadap negara-negara yang menentang pengalihan wilayah Denmark tersebut kepada AS.
Baca Juga
Wall Street Ambles Terseret Isu Greenland, Dow Anjlok Hampir 900 Poin
Dikutip dari CNBC, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.341, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks acuannya di 26.487,51.
Kontrak berjangka Nikkei 225 Jepang mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah, dengan kontrak di Chicago berada di 52.340 dibandingkan penutupan sebelumnya di 52.991,1.
Indeks S&P/ASX 200 Australia memulai perdagangan dengan turun 0,32%.
Trump mengatakan pada Sabtu bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan dikenakan tarif sebesar 10% mulai 1 Februari, yang akan naik menjadi 25% pada 1 Juni jika perundingan gagal memberikan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral.
Ia juga mengancam akan mengenakan tarif sebesar 200% terhadap anggur dan sampanye Prancis, menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron enggan bergabung dengan usulan “Board of Peace” yang diajukannya. Trump juga mengkritik Inggris, menyebut rencana London untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos—yang menjadi lokasi pangkalan militer gabungan Inggris-AS—kepada Mauritius sebagai “tindakan kebodohan besar”, dan menyebutnya sebagai pembenaran tambahan untuk mengakuisisi Greenland atas dasar keamanan nasional.
Baca Juga
Krisis Greenland Memanas, Eropa Siapkan ‘Bazooka’ Dagang ke AS
Para pemimpin Eropa menyebut ancaman tarif terbaru Presiden Donald Trump sebagai “tidak dapat diterima” dan dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah balasan. Prancis disebut mendorong Uni Eropa untuk mengerahkan instrumen respons ekonomi terkuatnya, yang dikenal sebagai Anti-Coercion Instrument.
Kontrak berjangka saham AS naik tipis pada jam-jam awal perdagangan Asia setelah indeks utama Wall Street mencatat hari terburuk dalam tiga bulan.
Baca Juga
Ancaman Tarif Trump Picu Aksi ‘Jual Amerika’: Dolar dan Obligasi AS Jatuh, Emas Tembus Rekor Baru
Di AS, Dow Jones Industrial Average anjlok 870,74 poin atau 1,76% dan ditutup di 48.488,59. S&P 500 turun 2,06% ke level 6.796,86. Nasdaq Composite merosot 2,39% dan ditutup di 22.954,32. Ini merupakan sesi terburuk sejak Oktober bagi ketiga indeks utama tersebut. Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak dan dolar AS melemah karena ancaman Trump memicu pelarian dari aset-aset AS.

