Inflasi Inti AS Desember 2025 Melunak, Yield USTreasury Turun
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun pada Selasa (13/1/2026). Data menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen inti AS pada Desember 2025 lebih rendah dari perkiraan.
Imbal hasil Treasury 10 tahun turun lebih dari 1 basis poin ke level 4,175% setelah sempat menyentuh 4,156%, level terendah sejak 8 Januari. Imbal hasil Treasury 2 tahun juga turun lebih dari 1 basis poin ke 3,528% setelah menyentuh 3,499%, terendah sejak 9 Januari. Sementara itu, imbal hasil Treasury 30 tahun turun kurang dari 1 basis poin ke 4,832%.
Baca Juga
Yield USTreasury 10-Tahun Bergerak Naik Setelah Rilis Risalah The Fed
Inflasi inti, yang mengecualikan harga pangan dan energi yang bergejolak, mencatat kenaikan 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan. Kedua angka tersebut 0,1 poin persentase lebih rendah dari ekspektasi Dow Jones.
Indeks harga konsumen secara keseluruhan naik 0,3% pada bulan tersebut, sehingga tingkat inflasi tahunan untuk seluruh komponen mencapai 2,7%. Kedua angka tersebut tepat sesuai dengan estimasi konsensus Dow Jones.
“Inflasi masih relatif tinggi, tetapi trennya menurun. Data ketenagakerjaan yang masih positif, inflasi yang tinggi, tingkat harga yang kaku, serta kebisingan politik akan membuat The Fed tetap menahan diri setidaknya hingga musim semi,” kata Kyler Weinand, kepala investasi di Regan Capital, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Inflasi AS Desember Melandai, Trump Kembali Desak Pemangkasan Suku Bunga
Pasar mencermati data ini dengan saksama setelah laporan ketenagakerjaan Desember menunjukkan pasar tenaga kerja yang mendingin secara moderat namun tetap tangguh, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemangkasan suku bunga. Pasar berjangka saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin tahun ini, dimulai pada Juni, menurut CME FedWatch.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Minggu malam bahwa Departemen Kehakiman telah membuka penyelidikan pidana terhadap dirinya terkait renovasi kantor pusat bank sentral di Washington senilai US$ 2,5 miliar.
Powell memperingatkan bahwa hasil penyelidikan tersebut akan menentukan masa depan keputusan-keputusan bank sentral.

