Yield USTreasury Turun, Investor Tunggu Data Inflasi
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury turun pada hari Selasa (10/9/2024), menjelang laporan inflasi AS terakhir sebelum pertemuan Federal Reserve bulan September.
Baca Juga
Yield USTreasury 2-Tahun Naik di Tengah Spekulasi Arah Suku Bunga
Mengutip CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun turun 5 basis poin menjadi 3,648%, dan imbal hasil Treasury 2-tahun juga turun 6 basis poin menjadi 3,607%.
Imbal hasil Treasury relative lebih stabil setelah jatuh pada minggu lalu ketika serangkaian rilis pasar tenaga kerja meleset dari perkiraan. Data tersebut juga menyebabkan saham-saham AS terpuruk ke minggu terburuknya tahun ini.
Investor sekarang dengan cermat menunggu indeks harga konsumen bulan Agustus, yang akan diterbitkan pada hari Rabu, untuk melihat apakah inflasi umum akan turun lebih jauh dari angka 2,9% di bulan Juli seperti yang diharapkan. Setelah itu, akan diikuti pengumuman indeks harga produsen pada hari Kamis.
Perdebatan muncul mengenai apakah The Fed dapat memilih penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin dibandingkan penurunan sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17-18 September. Beberapa analis berpendapat bahwa langkah tersebut akan menunjukkan komitmen The Fed untuk mendukung pertumbuhan lapangan kerja, sementara analis lainnya berpendapat bahwa langkah tersebut tidak perlu dan dapat menimbulkan kepanikan pasar.
Baca Juga
Isyarat Penurunan Suku Bunga Makin Kuat, Powell : Sudah Saatnya Lakukan ‘Adjustment’
FedWatch Tool dari CME Group saat ini mengukur perkiraan pasar untuk 50 basis poin sebesar 27%, dibandingkan 73% untuk pergerakan yang lebih kecil.

