Investor Waspada, Yield USTreasury Turun Jelang Rilis Data Ekonomi AS
Poin Penting
- Imbal hasil Treasury 10 tahun turun lebih dari 1 basis poin ke 4,137%, sementara tenor 2 dan 30 tahun bergerak lebih rendah secara tipis.
- Setelah berakhirnya shutdown pemerintah AS selama 43 hari, serangkaian data ekonomi yang tertunda akan dirilis minggu ini, termasuk laporan tenaga kerja September.
- Gubernur Fed Christopher Waller menegaskan dukungan untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember, dengan fokus pada pelemahan pasar tenaga kerja.
- Investor juga menantikan risalah FOMC serta data konstruksi dan neraca perdagangan yang tertunda untuk mengukur arah kebijakan moneter ke depan.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun melemah pada Senin (17/11/2025). Investor menantikan rilis data ekonomi AS yang sempat tertunda.
Baca Juga
Yield Treasury AS Naik, Pasar Obligasi Antisipasi Akhir Shutdown
Yield obligasi 10 tahun turun lebih dari 1 basis poin menjadi 4,137%. Yield Treasury 2 tahun bergerak kurang dari 1 basis poin lebih rendah ke 3,606%, sedangkan obligasi 30 tahun turun 1 basis poin ke 4,736%.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menandatangani rancangan pendanaan untuk mengakhiri shutdown pemerintah — yang menjadi shutdown terpanjang dalam sejarah setelah berlangsung 43 hari. Selama periode tersebut, investor tidak dapat mengakses data ekonomi karena penghentian operasional lembaga federal.
Sejumlah besar laporan yang tertunda akan dirilis pekan ini. Data tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesehatan ekonomi AS dan potensi keputusan suku bunga The Fed pada Desember.
Baca Juga
Kepercayaan Konsumen AS Merosot, ‘Shutdown’ Ancam ‘Blackout’ Data Ekonomi
Laporan terpenting adalah nonfarm payrolls September yang akan dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) pada Kamis — data pertama yang tertunda akibat shutdown.
Gubernur The Fed Christopher Waller pada Senin menyoroti kondisi pasar tenaga kerja sebagai alasan mendukung pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember. Ia tidak khawatir mengenai percepatan inflasi atau ekspektasi inflasi yang meningkat signifikan.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, tapi Powell Ragukan Kemungkinan Pemotongan Lanjutan Akhir Tahun
“Fokus saya ada pada pasar tenaga kerja, dan setelah berbulan-bulan menunjukkan tanda pelemahan, kecil kemungkinan laporan pekerjaan September atau data lain dalam beberapa minggu ke depan mengubah pandangan saya bahwa pemangkasan suku bunga diperlukan,” ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Data lain yang tertunda termasuk belanja konstruksi untuk Agustus yang dirilis Senin, serta neraca perdagangan Agustus pada Rabu. Investor juga menantikan risalah FOMC pada Kamis yang diharapkan memberikan kejelasan tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga Desember.

