Wall Street Kembali Torehkan Rekor, Catat Kinerja Mingguan Positif
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (10/1/2026) WIB. Indeks S&P 500 kembali mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan, sekaligus membukukan kenaikan mingguan, setelah rilis laporan ketenagakerjaan terbaru Amerika Serikat.
Baca Juga
Wall Street Bertabur Rekor, Dow Melesat Hampir 500 Poin dan Tembus 49.000
Indeks S&P 500 naik 0,65% ke level 6.966,28, menjadi rekor penutupan baru. Sepanjang sesi, S&P 500 juga sempat menyentuh rekor tertinggi intraday sepanjang masa. Nasdaq Composite menguat 0,81% ke 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 237,96 poin atau 0,48% ke 49.504,07, yang juga menjadi rekor penutupan baru.
Ketiga indeks utama Wall Street mencatatkan pekan yang positif. S&P 500 naik lebih dari 1% sepanjang pekan, sementara Dow dan Nasdaq masing-masing melonjak 2,3% dan 1,9%.
Laporan ketenagakerjaan Desember menunjukkan nonfarm payrolls bertambah 50.000 pekerjaan bulan lalu, lebih rendah dari estimasi 73.000 ekonom yang disurvei Dow Jones. Meski sedikit lebih lemah dari perkiraan, data tersebut tetap menunjukkan ekonomi AS masih bergerak maju, dengan investor berharap pertumbuhan akan kembali menguat.
Tingkat pengangguran turun tipis ke 4,4%, lebih baik dari proyeksi ekonom sebesar 4,5%. Pelaku pasar menafsirkan hal ini sebagai sinyal bahwa perbaikan ekonomi akan segera terjadi.
Dengan mempertimbangkan data payroll terbaru bersama laporan JOLTS dan ADP yang dirilis pekan ini, Kepala strategi pasar Ameriprise Financial Anthony Saglimbene menilai konsensus pasar terhadap kondisi ketenagakerjaan AS adalah bahwa pasar tenaga kerja telah “melemah,” namun tetap “bertahan kuat.” Hal ini mencerminkan lingkungan “low-hire, low-fire,” atau minim perekrutan dan minim PHK.
Baca Juga
Penciptaan Lapangan Kerja di AS Melambat, tapi Pengangguran Justru Menurun
“Risiko yang mungkin terjadi adalah jika penurunan lapangan kerja jauh lebih besar dari perkiraan, dan itu bisa membuat investor khawatir. Namun, kita melewati pekan ini dengan data ketenagakerjaan yang sebagian besar sesuai ekspektasi, dan itu menurut saya positif,” urai Saglimbene, seperti dikutip CNBC.
Laporan Desember juga menjadi laporan pekerjaan pertama yang tidak terdampak penutupan pemerintahan AS yang memecahkan rekor. Penutupan tersebut sebelumnya menimbulkan tantangan pengumpulan data bagi Biro Statistik Tenaga Kerja, khususnya untuk Oktober dan November. BLS menyatakan laporan penuh Oktober tidak akan dirilis, sementara laporan November sempat tertunda.
“Laporan nonfarm payrolls ini adalah laporan pertama dalam beberapa bulan terakhir dengan data yang bersih,” ujar Saglimbene. “Melihat angka-angka ini, kemungkinan The Fed tidak perlu memangkas suku bunga pada Januari, dan mungkin juga tidak perlu pada Maret.”
Saham-saham perusahaan pembangun rumah menopang penguatan pasar pada Jumat setelah Presiden Donald Trump mengarahkan para “perwakilan” untuk membeli obligasi hipotek sebagai cara menurunkan suku bunga kredit perumahan. Saham D.R. Horton melonjak hampir 8%, PulteGroup naik lebih dari 7%, dan Lennar menguat lebih dari 8%. Saham perbaikan rumah seperti Home Depot juga menguat.

