Tambal Utang, BP Lepas 65% Saham Castrol ke Stonepeak Senilai US$6 Miliar
Poin Penting
|
LONDON, Investortrust.id - BP menyepakati penjualan 65% saham bisnis pelumas Castrol kepada perusahaan ekuitas swasta asal Amerika Serikat, Stonepeak, dengan nilai sekitar US$6 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari rencana divestasi aset BP senilai US$20 miliar yang bertujuan menurunkan beban utang sekaligus meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham.
Kesepakatan yang diumumkan pada Rabu (24/12/2025) tersebut sekaligus mengumukan nilai Castrol sebesar US$10,1 miliar dan menjadi penjualan aset terbesar BP sejauh ini. Transaksi ini mencerminkan strategi BP untuk merampingkan portofolio bisnis dan mengurangi investasi energi terbarukan, menyusul kinerja sahamnya yang tertinggal dibanding para pesaing.
Diberitakan EasternEye.com, Kamis (25/12/2025), dalam struktur kesepakatan, BP akan mempertahankan 35% saham dalam perusahaan patungan baru bersama Stonepeak. Kepemilikan tersebut dapat dilepas setelah melewati masa penguncian selama dua tahun. Usai pengumuman transaksi, saham BP sempat naik lebih dari 1% sebelum kembali melemah tipis menjelang Rabu siang hari waktu setempat.
Meski nilai Castrol mencapai sekitar US$10 miliar, analis RBC menilai sejatinya value perusahaan secara riil berada di kisaran US$8 miliar, setelah disesuaikan dengan kepentingan minoritas dan kewajiban yang setara dengan utang.
RBC juga mempertanyakan rasionalitas penjualan ini. “Kami terus mempertanyakan alasan di balik penjualan aset yang sangat menghasilkan kas, berisiko rendah, dan berintensitas modal rendah ini, karena pada akhirnya dapat merugikan keberlanjutan dividen jangka panjang dan kualitas laba perusahaan,” tulis analis RBC. Mereka menambahkan bahwa percepatan dividen memang membantu menurunkan utang, “namun jelas mengorbankan arus kas jangka menengah.”
Penjualan Castrol, yang mencakup sekitar US$800 juta untuk pembayaran dividen yang dipercepat, mengikuti keputusan BP awal tahun ini untuk meninjau kembali unit bisnis pelumas yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk kembali fokus pada bisnis inti BP di minyak dan gas.
BP menyatakan dana hasil transaksi akan digunakan untuk mengurangi utang dan menargetkan penyelesaian kesepakatan pada akhir 2026.
Sebelumnya BP menargetkan penjualan aset sebesar US$20 miliar guna memangkas utang bersih dari US$26 miliar menjadi kisaran US$14–18 miliar pada akhir 2027. Setelah transaksi Castrol, total divestasi yang telah selesai dan diumumkan BP mencapai sekitar US$11 miliar.
Stonepeak, dalam pernyataan terpisah, mengungkapkan bahwa Canada Pension Plan Investment Board akan berinvestasi hingga US$1,05 miliar dalam transaksi ini dan memperoleh kepemilikan tidak langsung di Castrol.
Stonepeak dikenal fokus pada investasi infrastruktur, termasuk bisnis energi dan real estat. Data S&P Global menunjukkan perusahaan ekuitas swasta saat ini memiliki sekitar US$2 triliun dana yang telah dihimpun namun belum diinvestasikan.
Baca Juga
Berkshire Hathaway Akuisisi 2,95 Juta Saham Occidental Petroleum
Proses penjualan Castrol telah dimulai sejak awal tahun. Pada September, Stonepeak dan perusahaan ekuitas swasta One Rock dilaporkan mengajukan penawaran. Reuters sebelumnya melaporkan pada November 2025 bahwa BP telah melakukan pembicaraan dengan Stonepeak, dengan The Wall Street Journal dan Financial Times yang pertama kali mengungkap detail kesepakatan ini.
Langkah divestasi ini terjadi di tengah perubahan kepemimpinan BP. Pekan lalu, BP menunjuk O’Neill dari Woodside Energy sebagai CEO baru, menggantikan Murray Auchincloss.
Sebelumnya, Chairman BP Albert Manifold menyampaikan kepada karyawan bahwa portofolio perusahaan “terlalu kompleks” dan perlu lebih cepat kembali fokus pada minyak dan gas.
Pada Agustus 2025 lalu, BP juga menyatakan akan meninjau cara terbaik mengembangkan dan memonetisasi aset produksi minyak dan gasnya, serta mempertimbangkan pemangkasan biaya tambahan demi meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham.

