Sekolah Garuda Hadir, Anak Tukang Tambal Ban Yakin Bisa Kuliah di Cambridge Inggris
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) resmi meluncurkan program Sekolah Garuda, inisiatif baru untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, kompetitif, dan berkarakter. Program ini membuka peluang bagi anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi, termasuk keluarga kurang mampu, untuk menempuh pendidikan berkualitas dan mengejar mimpi hingga ke tingkat global
Peluncuran Program Sekolah Garuda dilakukan pada Rabu (8/10/2025) di SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan unggul dan mempercepat pembangunan SDM sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan, Sekolah Garuda dirancang untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan, mendorong prestasi akademik, serta memfasilitasi anak-anak berpotensi agar mampu menembus perguruan tinggi kelas dunia.
Baca Juga
Wujud Transformasi Pendidikan Era Prabowo, Sekolah Garuda Diperkenalkan Serentak di 16 Titik
“Harapannya, anak-anak dari Sekolah Garuda, baik dari sekolah transformasi maupun sekolah baru, bisa menjadi mahasiswa di universitas terkemuka dunia dan menjadi pemimpin masa depan bangsa,” ujar Brian dalam konferensi pers di sela kegiatan perkenalan Sekolah Garuda.
Menurut Brian Yuliarto, pendekatan ini menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan nasional, di mana kualitas dan akses menjadi prioritas bersamaan. “Pendidikan unggul tidak boleh hanya menjadi hak kelompok tertentu. Setiap anak Indonesia berhak atas kesempatan yang sama untuk bermimpi dan berprestasi,” tegasnya.
Sekolah Garuda akan menjadi model pendidikan terpadu dengan kurikulum berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan kepemimpinan. Melalui sinergi dengan perguruan tinggi dan dunia industri, pemerintah berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi baru peneliti, inovator, dan profesional yang siap menghadapi tantangan global.
Kisah inspiratif siswa berprestasi
Salah satu penerima manfaat dari program ini adalah Cornelis Christian, siswa kelas 12 SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta. Putra seorang tukang tambal ban ini kini tengah menapaki tahun terakhirnya di salah satu SMA terbaik di ibu kota.
Christian bermimpi bisa kuliah di Cambirdge University, Inggris karena sekolahnya memfasilitasi beasiswa meski tidak sepenuhnya gratis. “Namun, melihat situasi ekonomi orang tua, saya sempat mengubur mimpi itu dan berencana kuliah di PTN saja. Dengan adanya program Sekolah Garuda dari Bapak Presiden, saya yakin cita-cita saya dan teman-teman bisa terwujud,” jelas Christian.
Christian termasuk anak berprestasi. Ia diterima di SMAN Unggulan MH Thamrin melalui jalur siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Nilai akademik Christian saat SMP tergolong tinggi, dengan rata-rata 90. Untuk bisa masuk SMAN Unggulan MH Thamrin, siswa baru wajib memiliki nilai minimal rata-rata 88.
“Ayah dan ibu selalu mendukung saya. Ayah selalu memberi uang jajan cukup walaupun pekerjaannya berbeda dengan orang tua teman-teman lain. Beliau juga mengajarkan saya untuk selalu rajin belajar,” tuturnya.
Baca Juga
Sekolah Garuda Bisa Diakses Semua Kalangan, Termasuk Masyarakat Miskin
Christian merupakan siswa berprestasi yang diterima di SMAN Unggulan MH Thamrin melalui jalur prestasi bagi keluarga tidak mampu. Saat SMP, nilai akademiknya konsisten tinggi dengan rata-rata 90, melampaui batas minimal masuk sekolah unggulan yang ditetapkan 88. “Ayah dan ibu selalu mendukung saya. Walaupun pekerjaan ayah sederhana, beliau selalu berusaha memberi yang terbaik dan mengajarkan saya untuk rajin belajar,” tuturnya.
Perjalanan Christian tidak selalu mulus. Ia mengenang perjuangan berat saat mengikuti seleksi masuk sekolah impian. “Ibu saya sampai menangis waktu tahu saya diterima di sini. Katanya, ‘Makasih ya nak, kamu sudah berusaha.’ Padahal waktu tes, saya sedang sakit,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Christian menjadi gambaran nyata tujuan Sekolah Garuda, yakni membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menembus batas sosial dan ekonomi demi meraih pendidikan unggul.

