Hidup dengan Kanker, Raja Charles III Rayakan Ulang Tahun ke-77
Poin Penting
|
LONDON, Investortrust.id - Raja Charles III merayakan ulang tahunnya yang ke-77 pada Jumat dengan agenda yang padat, menunjukkan tekadnya untuk tetap bekerja meski masih menjalani perawatan kanker. Di London, dentuman tembakan kehormatan menggema sebagai penghormatan resmi, sementara sang raja meresmikan sebuah depo kereta di tengah hujan di wilayah Wales selatan.
Charles juga menghadiri sebuah resepsi bersama Ratu Camilla untuk memperingati 200 tahun Cyfarthfa Castle, yang dianggap sebagai salah satu permata sejarah Wales. Sejak kembali menjalankan tugas publik setelah pengumuman diagnosis kanker yang tidak dirinci pada Februari 2024, Charles menjaga kesibukannya dengan berbagai kegiatan kerajaan. Beberapa bulan usai pengumuman itu, ia kembali tampil di hadapan publik dengan mengunjungi pusat perawatan kanker di London, bertemu para pasien lain, dan berbicara tentang “betapa terkejutnya” ia saat menerima diagnosis tersebut.
Sejak saat itu, alur aktivitasnya berlangsung stabil. Pada September lalu, ia menjadi tuan rumah kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah rangkaian acara megah di Istana Windsor. Meski sebagian besar tugasnya berlangsung di Inggris, Charles juga melakukan perjalanan luar negeri, termasuk kunjungan ke Vatikan bulan lalu, di mana ia mengikuti sesi doa bersama Paus Leo XIV—sebuah momen bersejarah bagi hubungan kedua negara.
Penulis kerajaan Robert Jobson mengatakan bahwa kondisi sang raja tetap menimbulkan ketidakpastian bagi publik. “Yang mereka katakan adalah, ‘dia hidup dengan kanker.’ Mereka tidak mengatakan apa pun selain itu. Kita tidak bisa tahu lebih jauh,” ujarnya dikutip AFP, Minggu (16/11/2025). Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai remisi, tetapi menurutnya Charles “melakukan pekerjaan yang luar biasa,” meski tentu tidak dapat diharapkan “100 persen fit.”
Diceritakan Korea Herald, Raja Charles dikenal memiliki etos kerja tinggi dan disebut sangat ingin kembali aktif. Beberapa kebiasaannya berubah, termasuk laporan bahwa ia kini mulai menyantap makan siang, sebuah kebiasaan baru yang jarang ia lakukan sebelumnya. Ratu Camilla, dalam wawancara dengan BBC saat berkunjung ke Vatikan, menegaskan bahwa pekerjaan lah yang membuat Charles terus bersemangat.
“Jika Anda pernah sakit dan sedang dalam masa pemulihan, Anda merasa semakin membaik dan kemudian ingin melakukan lebih banyak lagi. Itu yang jadi masalah,” katanya.
Meski kembalinya Charles ke aktivitas publik berjalan lancar, tantangan lain baginya dalam keluarga kerajaan tidak sepenuhnya mereda. Setelah hubungannya yang renggang dengan Pangeran Harry, Charles juga harus menangani kontroversi baru terkait adiknya, Pangeran Andrew.
Bulan lalu, ia mencabut gelar Pangeran Andrew sebagai upaya membatasi kerusakan reputasi kerajaan akibat hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual AS, mendiang Jeffrey Epstein.
Andrew juga diminta meninggalkan kediamannya di kawasan Windsor.
Namun dengan terus munculnya dokumen dan materi terkait skandal Epstein di Amerika Serikat, keputusan itu tampaknya belum menjadi akhir dari persoalan.
Di tengah proses pengobatan Charles, anggota keluarga kerajaan lainnya justru tampak semakin menonjol dalam ruang publik. Pangeran William, pewaris takhta, melakukan kunjungan perdananya ke Brasil bulan ini untuk ajang Earthshot Prize, yang memberikan penghargaan sebesar satu juta poundsterling kepada lima proyek inovatif yang menangani ancaman lingkungan.
Seperti Charles III, William dikenal sebagai pendukung isu lingkungan dan menegaskan pentingnya meluangkan waktu bagi keluarga. Meski begitu, ia menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa “ia bisa saja harus menjalani perubahan.”

