Prancis Bantu Otoritas Palestina Susun Konstitusi, Kucurkan Bantuan Rp 1,9 Triliun untuk Gaza
Poin Penting
|
PARIS, investortrust.id — Dukungan internasional terhadap pembentukan Negara Palestina kembali menguat setelah Prancis mengumumkan langkah konkret memperkuat fondasi politik dan kemanusiaan di wilayah tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Otoritas Palestina untuk menyusun konstitusi negara Palestina di masa depan sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar €100 juta (setara Rp 1,93 triliun, dengan kurs Rp 19.300 per euro) bagi Gaza pada 2025.
Baca Juga
Prabowo Puji Prancis, Inggris hingga Portugal Akui Negara Palestina
Dalam pertemuan di Paris, Macron dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sepakat membentuk komite bersama Prancis–Palestina yang akan menangani penyusunan konstitusi baru berdasarkan rancangan awal yang telah disampaikan Abbas. Komite ini akan membahas seluruh aspek hukum, kelembagaan, dan tata organisasi yang menjadi prasyarat pendirian negara Palestina merdeka.
“Komite ini akan berkontribusi menyusun konstitusi baru serta memenuhi seluruh prasyarat bagi terbentuknya Negara Palestina yang layak,” kata Macron dalam konferensi pers bersama Abbas, dikutip dari Reuters, .Rabu (12/11/2025). Ia menegaskan bahwa Prancis dan mitra Eropa akan merespons keras setiap langkah Israel yang melanjutkan aneksasi wilayah Tepi Barat.
Selain dukungan politik, Macron menekankan pentingnya stabilisasi Gaza melalui kehadiran kembali aparat keamanan Otoritas Palestina untuk menjaga ketertiban dan memulihkan tata pemerintahan sipil. Ia menyatakan kesiapan Prancis untuk memperkuat kapasitas keamanan Palestina lewat misi Uni Eropa, termasuk pengiriman lebih dari 100 anggota gendarmerie Prancis guna mendukung pelatihan dan koordinasi di lapangan.
Bantuan Kemanusiaan
Bantuan kemanusiaan senilai €100 juta yang akan digelontorkan Paris pada 2025 mencakup pengiriman obat-obatan, makanan tambahan untuk anak-anak, serta dukungan bagi rumah sakit dan tenaga medis di Gaza. Dana tersebut juga akan diarahkan melalui PBB dan organisasi kemanusiaan internasional sesuai hukum kemanusiaan internasional.
Presiden Mahmoud Abbas menyambut langkah Prancis itu sebagai bentuk nyata dukungan internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menegaskan kembali komitmen terhadap dialog dan perdamaian, serta cita-cita membentuk negara demokratis tanpa senjata, berlandaskan hukum, keadilan, dan transparansi.
Baca Juga
Di Sidang PBB, Prabowo Tekankan Solusi Dua Negara Palestina dan Israel
Abbas juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump, serta kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas peran mereka menjaga gencatan senjata dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan di Gaza. “Kami menghargai upaya tanpa henti mitra regional dalam memperkuat gencatan senjata dan mendukung operasi kemanusiaan,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa 160 negara kini telah mengakui Palestina. Ia menyerukan agar negara-negara yang belum melakukannya segera mengakui kedaulatan Palestina.
Langkah diplomatik Prancis ini menegaskan peran Paris sebagai mediator aktif dalam proses perdamaian Timur Tengah, menyusul pengakuan resmi terhadap Negara Palestina oleh Prancis, Inggris, Kanada, dan Australia.

