Tertekan Permintaan, Minyak Brent Anjlok di Bawah US$ 90
JAKARTA, Investortrust.id - Minyak mentah Brent terperosok setelah sempat menembus US$ 90 per barel. Penurunan juga dialami minyak mentah WTI (West Texas Intermediate).
Baca Juga
Arab Saudi Pangkas Produksi 1 Juta Barel per Hari Hingga Akhir Tahun, Bagaimana Harga Minyak?
Pada Kamis (7/9/2023) waktu setempat, sebagaimana dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent ditutup 68 sen (0,8%) lebih rendah pada US$ 89,92 per barel, setelah diperdagangkan antara US$ 89,46 dan US$ 90,89. Minyak mentah berjangka WTI turun 67 sen (0,8%) pada US$ 86,67 per barel, setelah diperdagangkan antara US$ 86,39 dan US$ 87,74.
Harga minyak jatuh karena tertekan berbagai sinyal peringatan melemahnya permintaan dalam beberapa bulan mendatang. Penurunan ini terjadi setelah kenaikan WTI selama sembilan hari berturut-turut dan menguatnya Brent selama tujuh sesi berturut-turut.
Harga minyak melonjak pada awal pekan ini setelah Arab Saudi dan Rusia, dua eksportir minyak terbesar dunia, memperpanjang pengurangan pasokan secara sukarela hingga akhir tahun. Pengurangan ini merupakan tambahan dari pemotongan produksi pada bulan April yang disepakati oleh beberapa produsen OPEC+ yang berlaku hingga akhir 2024.
Baca Juga
Lompatan Harga Minyak Dunia Kerek Sejumlah Saham Berikut, MEDC Teratas

