ECB Tahan Suku bunga, Pasar Eropa Melemah
Poin Penting
- ECB mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan di 2% untuk ketiga kalinya berturut-turut.
- Ekonomi zona euro tumbuh 0,2% pada kuartal ketiga, melampaui perkiraan 0,1%.
- Saham energi dan perbankan mencatat hasil bervariasi, dengan Shell dan Airbus melaporkan kinerja kuat.
- Pertemuan Trump-Xi di Asia dan pernyataan hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell menekan sentimen pasar global.
LONDON, investortrust.id — Pasar-saham Eropa melemah pada Kamis (31/10/2025), meskipun data terbaru menunjukkan ekonomi kawasan tersebut tumbuh lebih baik dari perkiraan dan Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga.
Dikutip dari CNBC, indeks Stoxx 600 pan-Eropa ditutup turun 0,1%, dengan sebagian besar bursa dan sektor utama berada di wilayah negatif.
Indeks FTSE 100 Inggris menutup sesi sedikit lebih tinggi, CAC 40 Prancis turun 0,5%, dan FTSE MIB Italia melemah sekitar 0,1%. DAX Jerman mengakhiri hari dengan kenaikan tipis hampir 0,1%.
Baca Juga
FTSE 100 Inggris Cetak Rekor di Tengah Pelemahan Pasar Eropa
Hari Kamis menjadi hari yang sibuk untuk laporan keuangan kuartal ketiga dari TotalEnergies, Volkswagen, Crédit Agricole, Société Générale, Anheuser-Busch InBev, BBVA, dan Schneider Electric.
Novo Nordisk ditutup turun 3,6%, memperpanjang penurunan sebelumnya, setelah muncul kabar bahwa perusahaan tersebut mengajukan penawaran tak diminta untuk pembuat obat asal AS, Metsera, yang juga mendapat tawaran dari Pfizer pekan lalu.
Shell melaporkan penurunan laba kuartal ketiga yang signifikan namun tetap melampaui perkiraan analis, dengan menyebut kinerja operasional yang kuat sebagai faktor utama. Shell membukukan laba disesuaikan sebesar 5,4 miliar dolar AS pada kuartal tersebut, dan mengumumkan pembelian kembali saham senilai 3,5 miliar dolar AS selama tiga bulan ke depan, mempertahankan laju pengembalian kepada pemegang saham. Saham perusahaan energi itu sempat turun hampir 0,6% pada perdagangan pagi namun pulih sebagian dan ditutup naik 0,2%.
Perusahaan dirgantara dan pertahanan Airbus, di sisi lain, melaporkan hasil kuartal ketiga yang kuat pada Rabu malam di tengah upaya Eropa memperkuat kemampuan pertahanannya. Hasilnya melampaui perkiraan analis, dengan pendapatan melonjak 14% menjadi 17,8 miliar euro (23,5 miliar dolar AS) dan laba operasional naik 42% menjadi 1,75 miliar euro. Angka-angka tersebut didorong oleh peningkatan pengiriman pesawat komersial, lindung nilai mata uang, dan layanan helikopter, kata perusahaan itu. Harga sahamnya naik lebih dari 2%.
Bank asal Belanda, ING Groep, melonjak hampir 5,7% setelah melaporkan laba bersih 1,79 miliar euro pada kuartal ketiga, melampaui ekspektasi analis sebesar 1,66 miliar euro. Sementara itu, Standard Chartered naik 3,6% setelah laporan laba kuartal ketiganya menunjukkan laba sebelum pajak sebesar 1,8 miliar dolar AS, mengalahkan perkiraan analis sebesar 1,5 miliar dolar AS.
Sementara itu, ekonomi zona euro tumbuh 0,2% pada kuartal ketiga, melampaui perkiraan sebesar 0,1%, menurut data awal dari Eurostat pada Kamis.
Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan utamanya di 2% untuk ketiga kali berturut-turut, setelah terakhir menurunkannya pada Juni. Para ekonom sebelumnya telah menyebut keputusan ini sebagai “non-event” sebelum pengumuman resmi. Data lain yang dirilis termasuk angka pengangguran serta data inflasi dari Spanyol dan Jerman.
Trump, Xi, dan The Fed
Pasar global juga menilai hasil pertemuan langsung antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Asia pada Kamis.
Trump mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan satu tahun dengan Xi mengenai logam tanah jarang dan mineral penting lainnya, serta bahwa Washington akan memangkas tarif terkait fentanyl terhadap Beijing menjadi 10% setelah pertemuan mereka di Korea Selatan. Saham perusahaan AS yang bergerak di bidang logam dan mineral langka, seperti Critical Metals, USA Rare Earth, dan Energy Fuels, naik dalam perdagangan pra-pasar pada Kamis.
Baca Juga
Trump Turunkan Tarif China Jadi 47% Usai Pertemuan dengan Xi di Busan
Pasar Tiongkok dan Hong Kong jatuh, membalikkan kenaikan sebelumnya setelah pertemuan berakhir, sementara pasar Asia-Pasifik lainnya bergerak bervariasi.
Investor juga mencerna pernyataan dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Ia menegaskan pada akhir rapat kebijakan dua hari The Fed pada Rabu bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember “jauh dari kepastian.”
The Fed memangkas suku bunga acuan federal funds sebesar 25 basis poin, sesuai ekspektasi, menjadi 3,75%-4%.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, tapi Powell Ragukan Kemungkinan Pemotongan Lanjutan Akhir Tahun
Saham-saham AS bergerak bervariasi pada Kamis seiring investor mencerna laporan laba besar dari sektor teknologi. Saham Alphabet, induk perusahaan Google, naik sekitar 9% karena hasil yang kuat, sementara saham Meta dan Microsoft masing-masing anjlok sekitar 9% dan 2%.

