Dalam Waktu 30 Menit Angkatan Laut AS Kehilangan Satu Jet Tempur dan Satu Helikopter dari Kapal Induk USS Nimitz
Jakarta, Investortrust.id – Bersamaan dengan kunjungan Presiden AS Donald Trump di Malaysia, sebuah jet tempur F-18F Super Hornet dan sebuah helikopter MH-60R Seahawk yang berpangkalan di Kapal Induk USS Nimitz (CVN68) jatuh di kawasan Laut Cina Selatan. Kedua pesawat itu jatuh hanya dalam rentang waktu 30 menit pada hari Minggu, (27/10/2025).
Dua pilot F-18F Hornet berhasil keluar dengan kursi lontar dan tiga awak helikopter MH-60R Seahawk berhasil diselamatkan. Kelimanya kini dalam kondisi selamat dan stabil ujar juru bicara armada seperti dikutip dari Associated Press (AP).
Penyebab dua pesawat itu jatuh masih dalam penyelidikan dan belum ada pernyataan resmi dari Angkatan Laut AS. Kedua pesawat dari USS Nimitz itu – sebuah F-18/F Super Hornet dan Sea Hawk sedang menjalankan operasi rutin setelah lepas landas dari USS Nimitz pada Minggu siang. Dan pada 2.45 siang waktu setempat Sea Hawk tersebut jatuh di laut. Ketiga awak helikopter tersebut berhasil diangkat dari perairan oleh tim penyelamat.
Kini kapal induk tertua AL AS, USS Nimitz kini berlayar kembali ke pangkalan induk di Kitsap, Washington. Sebelumnya USS Nimitz bertugas di Timur Tengah sepanjang musim panas sebagai respon AL AS akan serangan pemberontak Houthi terhadap kapal-kapal dagang. Ini adalah tugas terakhir USS Nimitz sebelum dipensiunkan.
Kapal induk lainnya, USS Harry S. Truman juga mengalami kerusakan dalam beberapa bulan terakhir ketika bertugas di Timur Tengah.
Pada bulan Desember 2024, sebuah kapal perang penjelajah berpeluru kendali, USS Gettysburg secara tidak sengaja menembak kawan sendiri, sebuah F/A-18 Hornet yang lepas landas dari kapal USS Harry S. Truman.
Kemudian pada April 2025, sebuah F/A-18 Hornet juga tergelincir dari hangar kapal induk USS Harry S. Truman dan jatuh di Laut Merah. Masih di laut yang sama, di bulan berikutnya, satu F/A-18 Hornet gagal menangkap kabel baja penahan saat mendarat dan kedua awaknya terpaksa melontarkan diri.
Tak ada korban jiwa dalam rangkaian kecelakaan yang berkali-kali dialami oleh Angkatan Laut AS dan semua penyebab kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan dan belum ada pernyataan yang dikeluarkan oleh sumber resmi.

