Redakan Ketegangan, Brasil dan AS Segera Bahas Solusi Tarif
Poin Penting
- Lula dan Trump sepakat tim kedua negara segera bahas solusi tarif dan sanksi.
- Brasil minta tarif ditangguhkan selama proses negosiasi berlangsung.
- Industri daging dan kopi Brasil nilai pertemuan ini langkah positif.
- Tarif tinggi AS telah ubah arus perdagangan global dan dorong harga daging naik.
KUALA LUMPUR, investortrust.id - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan ia mengadakan pertemuan positif pada Minggu dengan Presiden AS Donald Trump. Selanjutnya, tim dari kedua negara akan segera memulai pembicaraan mengenai tarif dan isu lainnya.
Baca Juga
Brasil Ancam Berlakukan Tarif Balasan atas Produk AS, Jika Trump Lanjutkan Kenaikan Tarif Impor
Trump dan Lula bertemu di sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur dalam upaya meredakan ketegangan setelah AS menaikkan tarif impor barang Brasil menjadi 50% dari 10% pada Agustus lalu.
“Kami sepakat bahwa tim kami akan segera bertemu untuk mencari solusi atas tarif dan sanksi terhadap pejabat Brasil,” beber Lula dalam unggahan di media sosial setelah pertemuan tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (27/10/2025).
Trump sebelumnya mengaitkan kenaikan tarif itu dengan apa yang ia sebut “perburuan penyihir” terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro. Pemerintah AS juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat Brasil, termasuk Hakim Agung Alexandre de Moraes yang memimpin sidang terhadap Bolsonaro terkait upaya kudeta.
Sebelum pertemuan, Trump mengatakan ia optimistis bisa mencapai kesepakatan dengan Lula. “Saya pikir kita bisa membuat kesepakatan yang baik untuk kedua negara,” katanya.
Lula sebelumnya menyebut kenaikan tarif tersebut sebagai “kesalahan,” dengan menyoroti surplus perdagangan AS senilai US$410 miliar terhadap Brasil selama 15 tahun terakhir.
Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira mengatakan negosiasi akan segera dimulai dan pertemuan lanjutan telah dijadwalkan pada Minggu. “Kami akan menyusun jadwal negosiasi dan menentukan sektor yang akan dibahas agar pembicaraan bisa maju,” katanya.
Belum jelas apakah AS menyetujui permintaan Brasil untuk menangguhkan tarif selama proses negosiasi.
Tarif tinggi AS terhadap barang Brasil telah mengubah pola perdagangan global, mendorong kenaikan harga daging sapi di AS dan meningkatkan ekspor Brasil ke Tiongkok.
Baca Juga
Kuatkan Posisi di Asia Tenggara, Trump Teken Kesepakatan Dagang dan Mineral
Asosiasi industri daging Brasil (Abiec) menilai pertemuan kedua pemimpin itu sebagai langkah positif. “Pemahaman antara kedua negara dapat menjaga daya saing produk Brasil, memberikan kepastian bagi eksportir, dan memperluas kehadiran daging sapi Brasil di pasar Amerika Utara,” kata Abiec.
Secara global, ekspor daging sapi Brasil pada September mencapai US$1,92 miliar dengan volume 373.867 ton, naik 49% secara nilai dan 17% secara volume dibanding tahun sebelumnya.
Asosiasi industri kopi Brasil (ABIC) juga menyatakan optimisme atas hubungan bilateral kedua negara. “Pertemuan antara presiden AS dan Brasil semakin positif, dan kami di ABIC sangat optimis,” sebut Presiden ABIC Pavel Cardoso dalam pernyataannya.

