Kekhawatiran terhadap Sektor Perbankan AS Mereda, Yield USTreasury Naik
Poin Penting
- Yield Treasury AS naik setelah kekhawatiran krisis kredit di bank menurun.
- Kasus pinjaman bermasalah di Zions dan Western Alliance dianggap dapat dikendalikan.
- Laba bank regional seperti Fifth Third Bancorp justru meningkat di tengah tekanan.
- Investor mencermati perang dagang AS–China dan pertemuan damai Trump–Putin di Budapest.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada Jumat (17/10/2025) seiring berkurangnya kekhawatiran investor terhadap potensi krisis kredit di sektor perbankan.
Baca Juga
Yield Treasury AS Turun, Pasar Tunggu Sinyal Baru dari The Fed
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 4,005%. Surat utang Treasury 2 tahun juga naik lebih dari 3 basis poin menjadi 3,462%. Imbal hasil obligasi 30 tahun naik hampir 2 basis poin menjadi 4,60%.
Imbal hasil Treasury ditransaksikan lebih tinggi setelah aksi “flight to safety” pada Kamis, ketika kekhawatiran tentang praktik pinjaman buruk di pasar kredit swasta meningkat. Zions Bancorporation pada Rabu melaporkan kerugian sebesar US$50 juta pada dua pinjaman komersial. Lalu, Western Alliance mengeklaim bahwa salah satu peminjam telah melakukan penipuan.
Dua insiden beruntun ini memicu kekhawatiran bahwa pinjaman berisiko mungkin tersembunyi dalam portofolio bank. Namun, setelah investor mencerna berita tersebut, pandangan tampaknya bergeser bahwa kerugian pinjaman itu masih dapat dikelola dan bukan awal dari krisis yang lebih luas.
Laporan laba bank regional yang dirilis Jumat kemungkinan juga berkontribusi terhadap perbaikan sentimen tersebut. Fifth Third Bancorp, misalnya, mencatat lonjakan laba meskipun kerugian kreditnya meningkat karena eksposur terhadap pemberi pinjaman mobil subprime yang bangkrut, Tricolor.
Pelaku pasar juga menimbang beberapa perkembangan penting di luar negeri, termasuk peningkatan ketegangan dalam perang dagang AS–China dan upaya terbaru AS meredakan krisis geopolitik di Eropa Timur.
Presiden Donald Trump pada Kamis secara tak terduga melanjutkan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai perang Ukraina yang masih berlangsung. Kedua kepala negara akan segera bertemu di Budapest, Hungaria, untuk putaran pembicaraan langsung tambahan guna menegosiasikan perdamaian di Ukraina, kata Trump dalam posting media sosialnya pada Kamis. Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelum akhir pekan.
Baca Juga
Bahas Perdamaian Rusia-Ukraina, Trump Sebut Akan Bertemu Putin di Budapest
Investor juga memperhatikan penutupan pemerintahan AS yang telah memasuki minggu ketiga, karena anggota parlemen gagal mencapai kesepakatan tentang anggaran federal. Selama penutupan ini, lembaga-lembaga federal menangguhkan publikasi data ekonomi penting, yang menghambat kemampuan investor untuk menilai kondisi ekonomi AS secara akurat.

