PBB Siap Kirim 170 Ton Bantuan ke Gaza Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa 170.000 metrik ton makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan lainnya telah siap untuk dikirim ke Gaza. Pihaknya menunggu persetujuan dari Israel untuk meningkatkan bantuan bagi lebih dari 2 juta warga Palestina setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata.
Baca Juga
Trump: Israel dan Hamas Sepakat pada ‘Fase Pertama’ Rencana Akhiri Pertempuran
Dalam beberapa bulan terakhir, menurut Kepala Kemanusiaan PBB Tom Fletcher, PBB dan mitra kemanusiaannya hanya mampu menyalurkan sekitar 20% dari bantuan yang dibutuhkan untuk mengatasi situasi darurat di Jalur Gaza. Menyusul pengumuman kesepakatan gencatan senjata pada 8 Oktober, ia menegaskan bahwa seluruh titik masuk ke Gaza harus dibuka agar bantuan dapat disalurkan “dalam skala yang jauh lebih besar.”
“Mengingat tingkat kebutuhan, kelaparan, penderitaan, dan keputusasaan yang ada, dibutuhkan upaya kolektif besar-besaran — dan itulah yang sedang kami mobilisasi. Kami benar-benar siap bergerak dan menyalurkan bantuan dalam skala besar,” kata Fletcher, dikutip dari AP, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga
Harapan Baru
Kesepakatan yang diumumkan Rabu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandai pertama kalinya dalam beberapa bulan PBB memiliki harapan untuk meningkatkan distribusi bantuan setelah dua tahun perang, serangan besar-besaran Israel, dan pembatasan bantuan kemanusiaan yang telah memicu krisis kelaparan, termasuk kelaparan parah di beberapa wilayah Gaza.
Konflik yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang di Israel telah menghancurkan Gaza, menewaskan puluhan ribu warga Palestina, memicu konflik lain di kawasan, dan membuat Israel semakin terisolasi di panggung dunia, termasuk di PBB.
Berbicara kepada wartawan PBB secara virtual dari Riyadh, Arab Saudi, Kamis, Fletcher mengatakan bahwa PBB telah “meminta, menuntut, dan memohon akses yang kami harap akan segera kami dapatkan dalam beberapa hari ke depan.”
Israel menuduh Hamas mengambil sebagian bantuan — tanpa bukti jelas adanya penyimpangan besar-besaran — dan menyalahkan lembaga-lembaga PBB karena gagal menyalurkan makanan yang telah diizinkan masuk ke Gaza. Israel menggantikan operasi bantuan PBB di Gaza pada Mei dengan kontraktor yang didukung Israel dan AS, yaitu Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebagai pemasok utama bahan pangan.
mengatakan pada Kamis bahwa ia tidak mengetahui adanya peran GHF selama masa gencatan senjata.
Fletcher mengatakan PBB berpedoman pada rencana gencatan senjata 20 poin yang diajukan Amerika Serikat, yang menekankan “pentingnya peran PBB sebagai inti dari respons kemanusiaan.”
Prioritas
Dalam 60 hari pertama gencatan senjata, kata Fletcher, PBB menargetkan peningkatan jumlah truk bantuan yang masuk ke Gaza menjadi 500–600 per hari, serta meningkatkan distribusi makanan bagi 2,1 juta orang dan 500.000 lainnya yang membutuhkan suplemen gizi.
“Kelaparan harus dibalik di daerah yang sudah terdampak dan dicegah di daerah lain,” katanya, seraya menambahkan bahwa jatah khusus bagi mereka yang menghadapi kelaparan akut akan disalurkan, dan dukungan akan diberikan untuk operasional toko roti dan dapur komunitas.
Baca Juga
Akhiri Perang di Gaza, Trump Ungkap Rencana Perdamaian 20 Poin
Fletcher mengatakan PBB juga bertujuan menyalurkan obat-obatan dan pasokan untuk memulihkan sistem kesehatan Gaza yang hancur; memperluas layanan kesehatan darurat dan primer, termasuk kesehatan mental dan rehabilitasi; mendukung rujukan medis dan evakuasi pasien; serta menurunkan lebih banyak tim darurat.
PBB juga berencana memulihkan jaringan air Gaza dan meningkatkan sanitasi dengan memasang toilet di rumah-rumah, memperbaiki kebocoran pembuangan limbah dan stasiun pompa, serta membersihkan sampah padat dari area pemukiman.
Menjelang musim dingin dan dengan sebagian besar rumah yang hancur, Fletcher menambahkan bahwa PBB juga berencana membawa ribuan tenda setiap minggu, ditambah terpal tahan air yang kuat.
Dalam hal pendidikan, katanya, PBB berencana membuka kembali ruang belajar sementara bagi 700.000 anak usia sekolah dan “menyediakan bahan ajar serta perlengkapan sekolah.”
Fletcher menegaskan bahwa PBB mampu melaksanakan rencana ini seperti sebelumnya, tetapi perlu memastikan perlindungan bagi warga sipil, terutama perempuan dan anak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual, serta mengidentifikasi lokasi sisa bahan peledak untuk mengurangi risiko kematian dan cedera.
PBB juga membutuhkan izin dari Israel untuk memasukkan mitra-mitranya dari lembaga kemanusiaan lainnya, serta membutuhkan dana — dalam jumlah besar.
Fletcher memperingatkan bahwa 170.000 ton bantuan yang siap masuk ke Gaza hanyalah “puncak gunung es” dari kebutuhan sebenarnya, dan menyerukan negara-negara maju untuk meningkatkan kontribusi terhadap upaya bantuan.
“Setiap pemerintah, setiap negara, setiap individu yang telah menyaksikan krisis ini dan bertanya-tanya, ‘Apa yang bisa kami lakukan? Andai saja ada sesuatu yang bisa kami bantu.’ Sekaranglah waktunya untuk mewujudkan kemurahan hati itu,” bebernya.

