Setelah Insiden Tewasnya Warga Antre Bantuan, Biden Umumkan AS akan Kirim Bantuan Pangan ke Gaza Lewat Udara
WASHINGTON – Presiden Joe Biden pada Jumat mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan bantuan pangan ke Jalur Gaza secepatnya.
Baca Juga
AS Desak Penyelidikan Serangan Israel Tewaskan 112 Warga Gaza saat Menunggu Bantuan
Bantuan kemanusiaan yang mengalir ke wilayah tersebut untuk warga Palestina dinilai tidak mencukupi.
“Bantuan yang mengalir ke Gaza hampir tidak cukup… nyawa dipertaruhkan,” kata Biden ketika dia mengumumkan keputusan mengenai bantuan itu dalam pertemuan di Oval Office diselenggarakan bersama Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.
“Harusnya ratusan truk masuk, bukan hanya beberapa. Kami akan melakukan segala upaya yang kami bisa,” ujarnya, seperti dilansir NBC.
Presiden menegaskan kembali bahwa AS sedang berusaha mendorong gencatan senjata segera antara Hamas dan Israel untuk memungkinkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza, di mana ia mengatakan “orang-orang yang tidak bersalah” telah tewas.
Pada hari Jumat, Presiden menanggapi pertanyaan wartawan tentang kapan penerjunan udara pertama akan dilakukan, dengan mengatakan, "Saya tidak yakin. Saya pikir akan segera terjadi." Tak lama kemudian, Biden membahas kemungkinan perjanjian gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa dia “masih mengharapkannya.”
“Ini belum berakhir, sampai semuanya selesai,” katanya.
Biden pada hari Kamis telah menarik kembali komentar sebelumnya bahwa dia berharap perjanjian gencatan senjata dapat diselesaikan pada hari Senin.
Gedung Putih semakin khawatir akan kemungkinan kelaparan yang menimpa sebagian besar penduduk Gaza.
Samantha Power, administrator Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat, mengumumkan minggu ini bahwa AS mengirimkan bantuan kemanusiaan tambahan senilai $53 juta ke Gaza.
“Dia sedang berupaya memperluas saluran, koridor di mana bantuan dapat disalurkan. Kami akan terus melakukan hal ini,” kata Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Olivia Dalton, Kamis. “Peristiwa pagi ini hanya menggarisbawahi betapa dalamnya dan mengerikannya kebutuhan kemanusiaan di kalangan penduduk sipil di Gaza saat ini.”
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram pada hari Jumat bahwa 115 orang tewas dan 760 luka-luka ketika kerumunan orang menunggu truk bantuan kemanusiaan di Gaza pada hari Kamis. Pejabat Palestina mengklaim bahwa tentara Israel menembaki warga sipil.
Sumber pemerintah Israel mengatakan bahwa pasukan IDF membalas dengan “tembakan langsung” setelah orang-orang mengepung truk yang membawa bantuan kemanusiaan.
Pasukan Pertahanan Israel mengatakan dalam sebuah postingan pada hari Kamis X, “Pagi ini truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza utara, warga mengepung truk dan menjarah perbekalan yang sedang dikirim. Akibat dorongan, injakan dan terlindas truk, puluhan warga Gaza tewas dan luka-luka.”
Baca Juga

