Sanae Takaichi Bawa Harapan Baru, Nikkei 225 Jepang Terbang Tembus Rekor
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 4% dan mencetak rekor tertinggi pada Senin (6/10/2025) setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa memilih tokoh konservatif garis keras Sanae Takaichi sebagai pemimpin baru. Hasil pemilihan ini menempatkan Takaichi sebagai calon perdana menteri perempuan pertama di Jepang.
Baca Juga
Sanae Takaichi Terpilih Pimpin LDP, Jepang Siap Miliki PM Wanita Pertama dalam Sejarah
Lonjakan awal pasar dipimpin oleh kenaikan saham utilitas, teknologi, dan kesehatan. Saham Panasonic Holdings naik 4,57%, sementara Yamaha Motor dan Astellas Pharma masing-masing menguat 3,17% dan 2,74%.
Dengan kebijakan ekonomi pemerintah yang berfokus pada “ekonomi bertekanan tinggi,” Takaichi kemungkinan akan meminta Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter longgar, tulis Crédit Agricole CIB (CA-CIB) dalam sebuah catatan akhir pekan setelah hasil pemilihan diumumkan. Bank tersebut menambahkan bahwa Takaichi mungkin terbuka terhadap kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh BOJ pada Januari 2026.
“Pemerintahan Takaichi, yang menyadari kondisi ekonomi saat ini masih lemah, diperkirakan akan sepenuhnya mengubah arah kebijakan menuju pendekatan baru (perombakan menyeluruh) yang berupaya memperluas investasi dan permintaan melalui kemitraan publik-swasta,” urai CA-CIB, seperti dikutip CNBC.
Indeks Topix juga naik lebih dari 3% dan mencapai level tertinggi sepanjang masa.
Nilai tukar yen Jepang melemah 1,45% menjadi 149,59 per dolar AS. Imbal hasil obligasi 30 tahun Jepang naik lebih dari 10 basis poin menjadi 3,263%, sementara imbal hasil obligasi tenor 20 tahun naik lebih dari enam basis poin menjadi 2,674%. Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun tidak banyak berubah, bertahan di sekitar 1,659%.
Indeks ASX/S&P 200 Australia naik 0,19%.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka sedikit lebih tinggi, dengan kontrak berjangkanya diperdagangkan di 27.153 dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.140,92.
Pasar Tiongkok dan Korea Selatan ditutup karena hari libur.
Pada Jumat lalu di AS, sebagian besar indeks utama berakhir lebih tinggi. S&P 500 sempat mundur dari rekor tertingginya pada Jumat, tetapi tetap mencatat kenaikan mingguan yang solid meskipun penutupan pemerintahan AS telah memasuki hari ketiga, naik tipis 0,01% ke 6.715,79.
Baca Juga
Dow Melonjak di Atas 200 Poin, Wall Street Catat Pekan Positif di Tengah Kisruh ‘Shutdown’
Indeks Nasdaq Composite turun 0,28% menjadi 22.780,51. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 238,56 poin, atau 0,51%, menjadi 46.758,28. Indeks Russell 2000 juga naik 0,72% dan ditutup di 2.476,18.

