Israel Siap Mulai Tahap Pertama Rencana Gencatan Senjata Gaza Usulan Trump
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah Israel mengumumkan kesiapan untuk memulai tahap pertama dari rencana gencatan senjata di Jalur Gaza yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel pada Sabtu, (4/10/2025), menyebutkan bahwa langkah ini diambil setelah Hamas memberikan respons positif terhadap rencana tersebut.
Pemerintah Israel menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintahan AS untuk mengakhiri konflik sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Israel dan selaras dengan visi Presiden Trump. Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa militer Israel telah menerima instruksi untuk mengurangi intensitas serangan di Gaza, sebagai bagian dari persiapan dimulainya perundingan formal.
Pada Jumat sebelumnya, Hamas secara resmi menyampaikan persetujuannya terhadap rencana tersebut. Dalam tanggapannya, Hamas menyetujui pembebasan semua tawanan Israel, penyerahan jenazah korban, serta pengalihan pemerintahan di Gaza kepada badan teknokratik Palestina yang independen.
Rencana gencatan senjata ini diumumkan oleh Trump awal pekan ini dan memberi tenggat waktu kepada Hamas hingga pukul 18.00 waktu Washington atau 22.00 GMT pada Minggu malam untuk menyatakan persetujuan. Dalam skema tersebut, Gaza akan dijadikan zona bebas senjata dengan mekanisme pemerintahan transisi yang akan diawasi langsung oleh Trump melalui pembentukan badan internasional baru yang bertugas mengawasi pelaksanaan kesepakatan.
Baca Juga
Akhiri Perang di Gaza, Trump Ungkap Rencana Perdamaian 20 Poin
Isi utama dari rencana ini meliputi penghentian semua bentuk kekerasan, perlucutan senjata kelompok bersenjata di Gaza, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah tersebut. Sebagai gantinya, Gaza akan dikelola oleh otoritas teknokratik di bawah pengawasan badan internasional yang dipimpin langsung oleh Presiden AS.
Rencana ini juga mencakup pertukaran tahanan, di mana Hamas diwajibkan membebaskan seluruh tawanan Israel dalam waktu 72 jam sejak kesepakatan disetujui, sebagai imbal balik atas pembebasan ratusan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.
Sejak Oktober 2023, serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan hampir 66.300 warga Palestina, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. PBB dan berbagai lembaga hak asasi manusia telah berulang kali memperingatkan bahwa Gaza semakin tidak layak huni, dengan kelaparan dan wabah penyakit yang menyebar luas di tengah pengungsian besar-besaran.
Blokade Israel terhadap Gaza, yang telah berlangsung selama hampir 18 tahun, diperketat pada Maret lalu melalui penutupan jalur perbatasan dan penghentian distribusi makanan serta obat-obatan. Kondisi ini telah mendorong wilayah tersebut menuju krisis kelaparan yang sangat parah, demikian dikutip dari Anadolu.

