Hubungan Dagang AS-RRT Memanas, Presiden Xi Jinping dan Joe Biden Tak Hadiri KTT Asean
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah hubungan dagang Amerika Serikat dan RRT yang memanas, Presiden Xi Jinping dan Presiden Joe Biden tidak datang ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean Ke-43 di Jakarta. Sebagai gantinya, yang datang adalah Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Qiang dan Wakil Presiden AS Kamala Harris.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga dipastikan absen dalam gelaran akbar terakhir Keketuaan Indonesia di Asean 2023 tersebut. Pria yang memerintahkan invasi ke tetangga Ukraina Februari tahun lalu ini diwakili oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Sementara itu, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao menjadi kepala negara/pemerintahan kedua yang tiba untuk menghadiri KTT Ke-43 Asean pada 5-7 September 2023 di Jakarta. Sebagaimana dilansir keterangan resmi yang disampaikan Kominfo, Senin (04/09/2023), Xanana tiba di Terminal VVIP Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang Banten pada Senin (04/09/2023) sekitar pukul 08.00 WIB, dengan disambut tarian tradisional. Sebelumnya, Perdana Menteri Cook Islands Mark Brown telah tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (03/09/2023).
Baca Juga
Hubungan Dagang AS-China Memanas, Menteri Perdagangan AS Sambangi Beijing dan Shanghai
Tercatat ada 22 negara yang akan menghadiri KTT Ke-43 ASEAN. Ini mencakup 11 negara ASEAN, termasuk Timor Leste, serta sembilan negara mitra wicara yakni Korea Selatan, Jepang, India, RRT, Australia, Selandia Baru, Kanada, Rusia, dan Amerika Serikat.
Dua negara yang merupakan undangan yaitu Bangladesh karena menjadi ketua Indian Ocean Rim Association (IORA). Selain itu, Cook Islands karena menjadi ketua Pacific Islands Forum (PIF). IORA dan PIF diundang untuk mendukung salah satu prioritas pertemuan KTT yakni Indo-Pasifik yang damai, stabil, sejahtera, inklusif.
Sembilan organisasi internasional juga diperkirakan hadir. Mereka di antaranya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta World Bank, International Monetary Fund (IMF), dan World Economic Forum yang akan fokus pada isu ekonomi.
Menlu AS Datangi Tiongkok
Sementara itu, di tengah hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok masih panas, Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo berkunjung ke Tiongkok, pekan ini. Tahun 2022, Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS telah mengumumkan kontrol ekspor baru yang membatasi kemampuan perusahaan Tiongkok untuk membeli semikonduktor canggih tertentu dari pemasok Amerika.
Raimondo mengatakan bahwa pengendalian ekspor ini adalah tentang keamanan nasionalnya, bukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Dia menambahkan bahwa AS akan tetap bersikap keras untuk kepentingan teknologi tercanggihnya.
“Kami tidak akan menjual chip Amerika tercanggih ke Tiongkok sesuai dengan kapasitas militer mereka. Tapi, saya ingin memperjelas, kami juga masih akan terus menjual chip bernilai miliaran dolar setiap tahunnya ke Tiongkok, karena sebagian besar chip yang dibuat bukanlah chip terdepan yang saya bicarakan,” kata Raimondo.
Dia mengatakan lebih lanjut, di tengah kontrol ekspor yang mencerminkan kebijakan tidak biasa dan kompleks, penjualan chip tertentu ke Tiongkok pada akhirnya akan menghasilkan pendapatan bagi bisnis Amerika untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan lebih lanjut.

