Jaga Stabilitas Pasokan, IPEF Sepakat Luncurkan 'Critical Mineral Dialogue'
SAN FRANCISCO, Investortrust.id – Para pemimpin negara anggota Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF) sepakat meluncurkan dialog yang bertugas membangun rantai pasokan mineral penting yang stabil.
Baca Juga
“Seluruh negara mitra IPEF sepakat meluncurkan ‘critical mineral dialogue’ untuk penguatan rantai pasok kedepannya dan membuat lapangan pekerjaan di sektor energi bersih,” ungkap Presiden Joe Biden, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima dari Kemenko Perekonomian RI.
Pertemuan tingkat tinggi IPEF kedua diadakan di San Francisco, Kamis (16/11/2023) di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), dengan partisipasi para pemimpin negara anggota.
Dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pertemuan dihadiri oleh 14 kepala pemerintahan mitra IPEF lainnya, atau menteri yang mewakili. Pertemuan Tingkat Tinggi tersebut bertujuan untuk menyampaikan progres perkembangan dan komitmen bersama yang ingin dicapai melalui kemitraan IPEF.
Mengawali pertemuan tersebut, Joe Biden menyampaikan progres signifikan terhadap IPEF yang telah dilakukan. “Sejak pertemuan para kepala pemerintahan di Tokyo bulan Mei tahun lalu hingga saat ini, seluruh negara mitra IPEF telah mencapai kemajuan substansi dan konsensus untuk 3 Pilar IPEF yaitu Pilar II Rantai Pasok, Pilar III Ekonomi Bersih, dan Pilar IV Ekonomi Adil,” tegas Biden.
Presiden Joe Biden juga menyampaikan bahwa seluruh mitra IPEF telah menandatangani MoU Perjanjian Pilar II mengenai Rantai Pasok, yang diharapkan membantu mengindentifikasi hambatan rantai pasok sebelum terjadinya disrupsi.
Biden menyampaikan fokus pada sektor energi bersih. “Perjanjian Pilar III Ekonomi Bersih diharapkan dapat menciptakan percepatan transisi energi di kawasan Indo-Pasifik melalui terciptanya investasi Pemerintah dan sekor swasta yang lebih besar dalam inovasi energi bersih dan infrastruktur penunjang,” ujarnya.
Ada beberapa kerja sama investasi di sektor energi bersih dengan Filipina, Thailand, Indonesia, dan India.
Pada Pilar I Perdagangan, seluruh negara mitra IPEF telah berupaya menunjukkan progres dalam mencapai peraturan perdagangan yang berstandar tinggi termasuk penguatan standar aturan ketenagakerjaan dan lingkungan. Para mitra IPEF juga berkomitmen untuk memperluas kerja sama untuk menghadap tantangan dalam penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), ketahanan energi dan semikonduktor.
“Seluruh negara mitra IPEF juga telah sepakat meluncurkan critical mineral dialogue untuk penguatan rantai pasok kedepannya dan membuat lapangan pekerjaan di sektor energi bersih,” ungkap Biden. Lebih lanjut, ia mengajak negara mitra IPEF berupaya untuk mengarahkan kebijakannya kepada penerapan standar tinggi yang transparan, inklusif, dan inovasi.
Pertemuan tersebut hanya memberikan kesempatan terbatas bagi pemimpin negara mitra IPEF untuk menyampaikan pandangan dan harapannya terhadap IPEF. Selain Presiden Joko Widodo, hanya 3 kepala negara yang diberikan kesempatan menyampaikan sambutan yaitu Perdana Menteri Jepang, Perdana Menteri Singapura, dan Presiden Vietnam.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan kembali perlunya kerja sama di kawasan Indopasifik. "Indonesia selalu terbuka melakukan kerja sama dengan siapapun berdasar prinsip saling menguntungkan," tegas Jokowi dalam pidato sambutannya.
Lebih lanjut Jokowi juga menyampaikan pandangan Indonesia bahwa “Kesuksesan IPEF ini akan tergantung pada manfaat yang saling menguntungkan, yang dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh Negara Mitra IPEF”, kata Jokowi yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca Juga
Jokowi ‘Jual’ Indonesia di Forum APEC sebagai Pilihan Tepat Investasi

