PM Inggris Starmer Rombak Kabinet Setelah Wakil PM Mundur Tersandung Masalah Pajak
Poin Penting
|
LONDON, Investortrust.id — Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, merombak Kabinetnya pada Jumat (5/9/2025) setelah Wakil Perdana Menteri Angela Rayner mengundurkan diri akibat kesalahan pajak terkait pembelian properti, meninggalkan kekosongan besar dalam pemerintahan Partai Buruh yang berhaluan tengah-kiri.
Starmer melakukan perombakan besar sebagai bentuk reboot pemerintahan setelah 14 bulan masa jabatan yang penuh gejolak dan membuat popularitasnya merosot. Menteri Luar Negeri David Lammy dipindahkan menggantikan Rayner sebagai wakil perdana menteri sekaligus menjabat menteri kehakiman. Yvette Cooper yang sebelumnya menjabat Menteri Dalam Negeri kini memimpin Kementerian Luar Negeri, sementara Menteri Kehakiman Shabana Mahmood dialihkan menjadi Menteri Dalam Negeri.
Menteri Keuangan Rachel Reeves tetap pada posisinya, sehingga untuk pertama kalinya dalam sejarah, tiga jabatan tinggi di bawah perdana menteri diisi oleh perempuan.
Rayner Melanggar Standar Etika Menteri
Perubahan ini terjadi setelah Rayner menyerahkan pengunduran dirinya menyusul laporan penyelidikan independen yang menyatakan dirinya tidak memenuhi standar etika yang diwajibkan bagi menteri, meski bertindak dengan itikad baik. Masalah berawal dari kegagalannya membayar pajak stamp duty sebesar £40.000 (sekitar Rp880 juta) atas pembelian apartemen seharga £800.000 di Hove.
Baca Juga
“Saya bertanggung jawab penuh atas kesalahan ini. Tidak pernah ada niat selain membayar jumlah pajak yang benar,” tulis Rayner dalam surat pengunduran dirinya yang dikutip PBS, Sabtu (6/9/2025).
Starmer menyatakan penyesalan, tetapi menilai Rayner telah mengambil keputusan yang tepat. “Saya sangat mengagumi Anda dan menghormati capaian politik Anda,” tulis Starmer dalam surat balasan yang ditutup dengan ungkapan kesedihan mendalam.
Selain dari jabatan kabinet, Rayner juga mundur sebagai wakil ketua Partai Buruh. Partai kini harus mencari pengganti melalui pemilihan internal.
Dampak Perombakan dan Figur Rayner di Partai Buruh
Perombakan juga membawa Steve Reed dari urusan pedesaan ke jabatan menteri perumahan. Darren Jones mendapat peran lebih besar dalam komunikasi pemerintahan, dan Douglas Alexander, mantan menteri era Tony Blair, kembali masuk kabinet sebagai Menteri Urusan Skotlandia.
Rayner, 45 tahun, dikenal sebagai figur populer dengan latar belakang unik: dari ibu tunggal remaja hingga menjadi pejabat tinggi negara. Gaya bicaranya yang lugas kerap menjadi penyeimbang terhadap citra teknokratis Starmer. Banyak pihak menilai kehilangan Rayner akan menyulitkan Partai Buruh dalam menjaga kedekatan dengan pemilih akar rumput.
Meski mengundurkan diri dari kabinet dan partai, Rayner tetap menjabat sebagai anggota parlemen (backbencher). Ia mengatakan tekanan media dan dampaknya pada keluarga, khususnya anaknya yang memiliki disabilitas seumur hidup, menjadi salah satu alasan keputusan mundur.
Sementara itu, oposisi Konservatif menuduh Rayner bersikap munafik karena sebelumnya vokal mengkritik pengemplangan pajak di pemerintahan sebelumnya. Pemimpin Partai Konservatif, Kemi Badenoch, menyebut posisi Rayner “sudah tidak bisa dipertahankan sejak awal.”

