Saham Tiongkok dan Hong Kong Melesat, Pimpin Kenaikan di Asia
Poin Penting
- Indeks Hang Seng Tech Hong Kong melonjak lebih dari 3% berkat reli saham teknologi.
- Saham China Vanke memangkas kenaikan awalnya menjadi 9,86% setelah Shanghai melonggarkan aturan pembelian rumah bagi keluarga yang memenuhi syarat.
- Pasar Korea Selatan, Taiwan, dan Tiongkok mencatat penguatan kuat.
- Indeks acuan Australia yang berisi 200 saham berakhir datar setelah sempat menembus level 9.000 pada sesi awal.
SHANGHAI, investortrust.id - Pasar Asia menguat pada Senin (25/8/2025), dipimpin saham Tiongkok dan Hong Kong, setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberi sinyal bahwa bank sentral AS dapat mulai melonggarkan kebijakan moneter bulan depan dalam pidato tahunannya di Jackson Hole, Wyoming.
Baca Juga
Powell Indikasikan Kemungkinan Pemangkasan Suku Bunga, tapi Tetap ‘Hati-hati’
Indeks CSI 300 Tiongkok daratan memperpanjang reli ke sesi keempat berturut-turut, naik 2,08% dan berakhir di level 4.469,22 setelah sempat menyentuh titik tertinggi 37 bulan sebelumnya.
“Pandangan yang populer adalah deposito berjangka yang jatuh tempo bisa beralih ke saham dan menopang momentum, mengingat tingkat bunga deposito turun signifikan,” tulis analis Goldman Sachs dalam catatannya, seperti dikutip CNBC.
Sebagian juga melihat potensi arus masuk modal jika pemangkasan suku bunga The Fed memicu rotasi modal dari AS ke Tiongkok, dengan rotasi obligasi-ke-saham menjadi pendorong utama reli pasar ekuitas belakangan ini.
Saham properti Tiongkok yang terdaftar di Hong Kong menguat setelah Shanghai melonggarkan aturan pembelian rumah. China Vanke memangkas kenaikan awalnya menjadi 9,86%, meskipun melaporkan kerugian bersih semester pertama yang lebih besar sebesar 12 miliar yuan (US$1,67 miliar), dibandingkan 9,9 miliar yuan tahun lalu. Longfor Group naik 5,22% dan New World Development bertambah 5,1%.
Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,94% ke 25.829,91, mendekati level tertinggi empat tahun. Kenaikan dipimpin Zijin Mining Group (+6,38%) dan NetEase (+6,04%). Sektor teknologi menjadi salah satu kontributor utama, dengan Hang Seng Tech Index naik 3,14% ke 5.825,09. Nio melonjak 15,17%, sementara produsen semikonduktor dan elektronik ASMPT menambah 7,6%.
Di Taiwan, indeks Taiex menguat 2,16% ke 24.277,38. Korea Selatan juga positif, dengan Kospi naik 1,3% ke 3.209,86 dan Kosdaq menguat 1,98% ke 798,02.
Di Jepang, Nikkei 225 menutup perdagangan naik 0,41% di 42.807,82, sedangkan Topix bertambah 0,15% ke 3.105,49. Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia ditutup datar di 8.972,40 setelah sempat menembus 9.000 pada sesi awal.
Di India, Nifty 50 naik 0,53% dan BSE Sensex bertambah 0,51% pada pukul 13.50 waktu setempat. Di Asia lainnya, inflasi Singapura tercatat 0,6% pada Juli, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,7% dan dari 0,8% pada Juni.
Baca Juga
Sinyal Powell Dongkrak Wall Street, Dow Terbang Hampir 850 Poin dan Cetak Rekor Baru
Dari Wall Street, Jumat lalu indeks blue-chip Dow Jones melonjak 846,24 poin atau 1,89% ke rekor 45.631,74. S&P 500 naik 1,52% ke 6.466,91, hanya terpaut tiga poin dari rekor tertinggi, sementara Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi naik 1,88% dan berakhir di 21.496,53.

