Wall Street Melemah Jelang Pidato Powell, Dow Tergerus 150 Poin
Poin Penting
- S&P 500 turun 0,4% menjadi penurunan lima hari beruntun, Nasdaq terkoreksi 2,4% dalam sepekan.
- Investor menunggu sinyal suku bunga dari pidato Jerome Powell di simposium Jackson Hole.
- Walmart anjlok lebih dari 4% usai laba kuartalan meleset dari ekspektasi.
- Aksi jual besar melanda saham teknologi: Nvidia, Palantir, dan Meta Platforms ditekan profit taking.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Kamis waktu AS atau Jumat (22/8/2025). Ketiga indeks utama berada di zona merah. Indeks S&P 500 turun untuk hari kelima berturut-turut, Dow Jones tergerus 150 poin lebih. Para pelaku pasar menantikan pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Baca Juga
The Fed Terbelah dalam Putuskan Kebijakan Suku Bunga, Risalah FOMC Ungkap Alasannya
Indeks pasar luas S&P 500 melemah 0,4% dan ditutup di level 6.370,17, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,34% ke 21.100,31. Dow Jones Industrial Average kehilangan 152,81 poin atau 0,34%, berakhir di 44.785,50.
Investor menantikan Powell berbicara di simposium ekonomi tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, di mana ia diperkirakan bisa memberikan pandangan mengenai arah suku bunga yang mungkin memberi kelegaan terkait kekhawatiran inflasi yang persisten. Berdasarkan alat FedWatch milik CME, pasar kontrak berjangka Fed funds kini memperkirakan hampir 74% kemungkinan bank sentral akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan September.
Risalah rapat Fed bulan Juli menunjukkan para pembuat kebijakan khawatir tentang kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, meski sebagian besar sepakat bahwa masih terlalu dini untuk menurunkan suku bunga. Gubernur Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman menolak keputusan untuk mempertahankan suku bunga, menandai pertama kalinya sejak 1993 ada dua anggota dewan yang menyatakan dissent terhadap kebijakan suku bunga.
Baca Juga
Pejabat The Fed Michelle Bowman Dorong Tiga Kali Pemangkasan Suku Bunga 2025
“Valuasi saham saat ini sangat tinggi menjelang Jackson Hole, dan investor punya ekspektasi besar bahwa Powell akan memberi sinyal pemangkasan suku bunga September,” kata Rick Gardner, Chief Investment Officer di RGA Investments, seperti dikutip CNBC. “Apa pun di luar itu bisa mendorong investor mengurangi posisi, terutama mengingat volume perdagangan Agustus yang lebih tipis dan kecenderungan menghindari risiko menjelang akhir pekan,” tambahnya.
Saham Walmart turun lebih dari 4% setelah peritel itu gagal memenuhi ekspektasi Wall Street untuk laba kuartalan — yang pertama sejak Mei 2022. Meski begitu, penjualan perusahaan melampaui perkiraan.
Pasar minggu ini juga ditekan oleh aksi jual besar-besaran di saham teknologi. Investor merealisasikan keuntungan dari saham-saham besar seperti Nvidia, Palantir, dan Meta Platforms.
Secara mingguan, S&P 500 tercatat turun 1,2%, Nasdaq merosot 2,4%, sementara Dow yang berisi 30 saham utama menuju penurunan sekitar 0,4% pada periode yang sama.

