Wall Street Bergairah Jelang Rilis Data Penting Pekan Ini, Dow Jones Terkerek 150 Poin
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergairah pada penutupan perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (12/12/2023) WIB. Pekan ini akan diwarnai dengan rilis data inflasi utama dan pertemuan The Fed.
Baca Juga
S&P 500 naik pada hari Senin karena investor mencoba melanjutkan momentum akhir tahun Wall Street.
Indeks S&P 500 naik 0,39%, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,2%. Dow Jones Industrial Average menguat sekitar 157 poin, atau 0,4%.
S&P 500 dan Nasdaq mengalami kenaikan mingguan keenam berturut-turut. Minggu ini, investor menantikan data inflasi utama, yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar dan kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Bank sentral memulai pertemuan dua harinya pada hari Selasa.
Pengumuman indeks harga konsumen bulan November akan dirilis pada hari Selasa, sedangkan indeks harga produsen akan dirilis pada hari Rabu. Data ekonomi yang akan datang adalah beberapa hambatan terakhir yang tersisa bagi pasar untuk tetap kuat hingga akhir tahun 2023.
“Tidak ada yang mengharapkan kenaikan suku bunga, namun angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meredam gagasan bahwa penurunan suku bunga akan terjadi lebih cepat,” kata Chris Larkin, kepala perdagangan dan investasi di E-Trade, seperti dikutip CNBC internasional.
Saham Macy menguat lebih dari 29% di tengah berita bahwa pengecer tersebut menerima tawaran pembelian sebesar $5,8 miliar. Saham teknologi Apple dan Nvidia berkurang masing-masing 1,7% dan 2%, memberikan tekanan pada Nasdaq. Saham Meta Platform turun 2,1%.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dana fed fund stabil di kisaran 5,25%-5,5%. Ketua Jerome Powell juga diperkirakan akan menegaskan kembali komitmennya untuk menurunkan inflasi dalam konferensi persnya pada hari Rabu. Penetapan harga dana berjangka Fed menunjukkan hampir 40% kemungkinan bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin di bulan Maret.
Baca Juga

