Pasar Asia Pasifik Menguat, ASX 200 Australia Cetak Rekor Tembus 9.000
Poin Penting
- Indeks ASX 200 Australia tembus 9.000 untuk pertama kalinya.
- Saham konsumer, keuangan, dan properti memimpin reli.
- Pasar Asia campuran: Jepang melemah, Tiongkok dan Korea Selatan menguat.
- Investor menanti rilis PMI Komposit India untuk Agustus.
SYDNEY, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar menguat, dengan saham Australia menjadi salah satu yang mencatat kenaikan tertinggi, menyimpang dari pergerakan Wall Street yang melemah tertekan saham teknologi.
Baca Juga
Pasar Asia Menguat Setelah Perpanjangan Gencatan Tarif AS-China
Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia melonjak dan menembus ambang 9.000 untuk pertama kalinya pada 12.39 waktu setempat. Kenaikan terlihat pada sektor consumer discretionary, keuangan, dan properti, dipimpin oleh Super Retail Group yang naik 13,9%, sementara Vault Minerals dan perusahaan teknologi Codan masing-masing menguat 13,1% dan 12,97%.
Investor di kawasan menantikan rilis HSBC Composite flash purchasing managers’ index (PMI) India untuk Agustus, yang memberikan gambaran awal kinerja ekonomi sektor swasta, yang dijadwalkan keluar pada hari ini. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan angka PMI berada di 60,5, dibandingkan dengan 61,1 pada bulan sebelumnya.
Pasar India menguat pada awal perdagangan dengan indeks acuan Nifty 50 naik 0,14%, sementara indeks BSE Sensex bertambah 0,15%.
Nikkei 225 Jepang turun 0,57%, dengan penurunan dipimpin oleh Daiichi Sankyo, SoftBank Group, dan Denso Corp. Namun, kenaikan kuat terlihat pada Mitsui Mining and Smelting yang naik 10,68% dan Advantest yang memangkas kenaikan awal menjadi 1,5%.
Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas turun 0,57%.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 20 tahun naik menjadi 2,646%, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam 26 tahun.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,12%, sementara indeks small-cap Kosdaq meningkat 0,74%.
Di Tiongkok daratan, indeks CSI 300 naik 0,84%, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong stagnan.
Saham raksasa teknologi Baidu turun hingga 5% setelah total pendapatannya sebesar 32,71 miliar yuan (US$4,56 miliar) untuk tiga bulan yang berakhir 30 Juni turun 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Analis rata-rata memperkirakan pendapatan kuartalan sebesar 32,76 miliar yuan, menurut data LSEG.
Di Amerika Serikat, dua dari tiga indeks acuan utama berakhir melemah seiring saham teknologi yang menyeret pasar turun.
Baca Juga
Wall Street Melemah, Saham Teknologi Rontok Dilanda ‘Profit Taking’
Indeks pasar luas S&P 500 turun 0,24% dan ditutup di 6.395,78, sementara Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi kehilangan 0,67% dan berakhir di 21.172,86. Rabu menandai penurunan empat hari berturut-turut untuk S&P 500 dan sesi negatif kedua bagi Nasdaq. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menjadi pengecualian, menambah 16,04 poin atau 0,04%, dan ditutup di 44.938,31.

